Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nostalgia Lewat Manisan Cermai, Camilan Jadul yang Gampang Banget Dibuat Sendiri!

Hasan Bashri • Minggu, 6 Juli 2025 | 04:50 WIB

Manisan Cermai
Manisan Cermai

RadarMadura.id — Bagi pecinta kuliner khas Nusantara, manisan cermai mungkin sudah tak asing di lidah.

Dengan rasa manis, asam segar, dan sensasi renyah di setiap gigitan, manisan ini bukan hanya menjadi camilan nostalgia masa kecil, tetapi juga bukti betapa kayanya warisan kuliner Indonesia.

Kali ini, kami hadirkan resep manisan cermai tradisional yang bisa Anda coba sendiri di rumah.

Dibuat dari buah cermai segar, resep ini tetap mempertahankan teknik dan rasa klasik yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga: Gagal Diet Gara-Gara Bolu Ini! Resep Bolu Pisang Kukus 1 Telur, Wangi dan Lembutnya Bikin Ketagihan

Bahan-bahan untuk 1 Rantang Manisan Cermai:

Baca Juga: Ingin Nasi Uduk yang Unik dan Instagramable? Yuk Coba Nasi Uduk Bunga Telang yang Sedang Tren!

Langkah-Langkah Membuat Manisan Cermai Klasik:

1. Proses Perendaman dengan Kapur Sirih (1 jam):
Langkah pertama adalah memisahkan buah cermai dari tangkainya, lalu mencucinya bersih. Selanjutnya, rendam cermai dalam air kapur sirih selama satu jam. Tujuan utamanya adalah agar buah tidak hancur saat direbus lama dan tetap utuh dengan tekstur yang renyah.

2. Pemasakan Awal dengan Gula dan Air:
Setelah direndam, cuci kembali cermai hingga bersih. Masukkan buah ke dalam wajan, tambahkan gula dan garam, lalu aduk hingga tercampur rata. Tambahkan air dan nyalakan kompor. Setelah itu, tambahkan pewarna makanan merah jika diinginkan, lalu aduk kembali.

3. Proses Perebusan (±1,5 jam):
Masak dengan api sedang sambil sesekali diaduk agar warna dan rasa merata. Proses ini memakan waktu sekitar 1,5 jam hingga air menyusut dan meresap ke dalam buah. Pada tahap ini, buah cermai akan terlihat berubah tekstur: yang muda cenderung mengkerut, sementara yang matang tetap besar dan menggoda.

4. Sajikan dan Nikmati:
Setelah dingin, manisan cermai siap dinikmati. Bisa disimpan dalam wadah tertutup untuk dinikmati kapan saja—baik sebagai camilan sore hari maupun pelengkap sajian lebaran.

Rahasia Kelezatan: Kenapa Harus Direndam Air Kapur Sirih?

Penggunaan air kapur sirih bukan sekadar tradisi, tapi teknik penting agar buah tetap utuh dan bertekstur kenyal setelah dimasak lama.

Ini pula yang menjadi pembeda antara manisan rumahan yang dibuat dengan cinta dan produk pabrikan yang sering kehilangan cita rasa autentik.

Manisan Cermai dan Kenangan Masa Kecil

Manisan ini tak sekadar soal rasa. Ia membawa kembali kenangan masa kecil di desa—saat pohon cermai tumbuh di pekarangan, dan ibu atau nenek sibuk membuat manisan untuk suguhan tamu.

Kini, siapa pun bisa menciptakan kenangan itu kembali di dapur sendiri. ****

Editor : Hasan Bashri
#camilan #Manisan Cermai #enak #nostalgia