RadarMadura.id – Saat menyebut Yogyakarta, benak kita langsung tertuju pada pesona kota yang kental dengan sejarah dan budaya.
Bagi para pelancong yang ingin merasakan pengalaman otentik melampaui hiruk pikuk Malioboro, sebuah permata tersembunyi di kawasan Kotagede menanti untuk dijelajahi: Kampung Wisata Prenggan.
Kawasan Kotagede, yang dikenal sebagai bekas ibu kota Kerajaan Mataram Islam, kini menjadi saksi bisu kejayaan masa lampau.
Jika selama ini Kampung Wisata Purbayan lebih dulu mencuri perhatian, kini saatnya melirik Prenggan yang menawarkan paket wisata lengkap dan tak kalah memikat.
Kampung ini dipercaya dulunya merupakan tempat tinggal para abdi dalem ahli dekorasi keraton, yang warisan estetikanya masih tercermin pada arsitektur rumah-rumah lawas yang menawan.
Menawarkan perpaduan sempurna antara wisata edukasi, religi, budaya, dan kuliner, Kampung Wisata Prenggan siap membawa pengunjung dalam sebuah perjalanan waktu yang mengesankan.
Surga Tersembunyi di Jantung Sejarah Jogja
Berbeda dengan tetangganya, Kampung Wisata Prenggan menonjolkan pengalaman kuliner legendaris sebagai salah satu daya tarik utamanya.
Di sinilah pengunjung dapat belajar langsung cara membuat Kue Kipo, kudapan manis berwarna hijau dari tepung ketan yang menjadi ikon kuliner Kotagede.
Ragam Aktivitas: Dari Masa Lalu ke Masa Kini
Kampung Wisata Prenggan menyediakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memuaskan berbagai minat pengunjung.
- Wisata Sejarah dan Teknologi: Kunjungi Museum Intro Living (Museum Kotagede), sebuah museum unik yang menyajikan situs arkeologi dan narasi sejarah dengan sentuhan teknologi modern. Cara penyajian yang inovatif ini membuatnya sangat relevan dan menarik, bahkan bagi generasi Z.
- Wisata Religi: Jelajahi dua masjid ikonik di kawasan ini. Masjid Mataram Kotagede memukau dengan arsitektur akulturasi Jawa, Hindu, dan Islam, sementara Masjid Perak menawarkan gaya semi-Mediterania yang unik.
- Lokakarya Budaya: Pengunjung dapat terlibat langsung dalam berbagai aktivitas seni, seperti membuat batik, mengasah kerajinan perak, belajar tari tradisional, hingga memainkan alat musik karawitan.
- Petualangan Kuliner: Selain belajar membuat Kue Kipo, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi berbagai hidangan lezat di Lapangan Karang, yang terkenal dengan menu sate sapinya yang menggugah selera.
Panduan Praktis untuk Petualangan Anda
Sebelum merencanakan perjalanan Anda ke Kampung Wisata Prenggan, simak informasi penting berikut:
- Lokasi: Jalan Tegal Gendu Nomor 20, Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta.
- Jam Operasional: Selasa – Minggu, pukul 08.00 – 15.30 WIB.
- Tiket Masuk: Biaya bervariasi antara Rp50.000 hingga Rp600.000 per orang, tergantung pada paket wisata yang dipilih. Sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu melalui kontak resmi untuk memilih paket yang sesuai.
- Akun Instagram: @kampungwisataprenggan
Fasilitas Pendukung Kampung wisata ini dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, termasuk homestay bernuansa warisan (Kotagede Heritage), Omah Kalang dan kafenya, balai pertemuan, musala, serta area parkir yang luas.
Tips untuk Kunjungan Maksimal
- Reservasi Adalah Kunci: Untuk kunjungan rombongan, wajib melakukan reservasi terlebih dahulu. Pengunjung Museum Intro Living juga diwajibkan melakukan reservasi online melalui tautan di bio Instagram @museumkotagede, dan kabar baiknya, tiket masuk museum ini gratis.
- Datang di Waktu yang Tepat: Waktu terbaik untuk menyusuri kampung adalah pagi hari (sekitar pukul 08.30 – 11.30 WIB) saat udara masih sejuk.
- Saksikan Festival Kipo: Jika memungkinkan, rencanakan kunjungan Anda bertepatan dengan Festival Kipo. Pada momen ini, pilihan kuliner akan jauh lebih beragam dan semarak.
Kampung Wisata Prenggan adalah destinasi ideal bagi mereka yang mencari pengalaman liburan yang lebih dari sekadar berfoto, tetapi juga untuk menyerap ilmu, merasakan budaya, dan menciptakan kenangan tak terlupakan.
Jadi, siapkah Anda menjelajahi pesona tersembunyi Kotagede di Kampung Wisata Prenggan?
Editor : Hasan Bashri