Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Semur Daging, Masakan Rumahan yang Ternyata Punya Sejarah Panjang dan Kaya Rempah Khas Nusantara

Hasan Bashri • Sabtu, 21 Juni 2025 | 15:26 WIB

Fakta-fakta menarik semur daging
Fakta-fakta menarik semur daging

RadarMadura.id - Semur daging merupakan salah satu hidangan ikonik Indonesia yang tak lekang oleh waktu.

Kuah cokelatnya yang kental, cita rasa manis gurih, serta aroma rempah yang khas menjadikannya menu favorit di berbagai kesempatan, terutama saat Hari Raya.

Di balik kelezatannya, semur menyimpan cerita panjang tentang perpaduan budaya dan kekayaan kuliner nusantara.

Baca Juga: Inilah Lima Destinasi Menyelam Terbaik Dunia yang Menawarkan Pengalaman Luar Biasa, Mulai Dari Hiu Martil Hingga Gua Bawah Tanah Memesona

Jejak Sejarah dari Belanda hingga Nusantara

Istilah "semur" diyakini berasal dari kata Belanda "smoor", yang berarti memasak dengan cara perlahan dalam kuah.

Teknik ini dibawa oleh kolonial Belanda dan kemudian mengalami penyesuaian dengan selera lokal masyarakat Indonesia.

Akulturasi budaya inilah yang melahirkan semur versi nusantara: lebih kaya bumbu dan menggunakan kecap manis sebagai elemen utama.

Peran Kecap dan Rempah-Rempah

Salah satu ciri khas utama semur daging terletak pada penggunaannya akan kecap manis.

Kecap tak hanya memberikan rasa manis gurih yang mendalam, tapi juga warna cokelat gelap yang menggoda.

Selain itu, semur juga diperkaya dengan rempah seperti pala, cengkeh, kayu manis, dan lada, menciptakan aroma yang kompleks dan membangkitkan selera.

Baca Juga: New Wendit Hadir dengan Konsep Modern dan Edukatif! Nikmati Wahana Air, Spot Foto, Kebun Binatang Mini, dan Banyak Atraksi Seru Lainnya

Hidangan Favorit Saat Lebaran

Di berbagai daerah, terutama di Betawi, semur daging merupakan menu wajib saat perayaan Lebaran.

Di tengah kebersamaan keluarga, semur disajikan bersama ketupat atau nasi hangat, menjadi simbol kehangatan dan tradisi yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

Variasi dan Fleksibilitas Menu

Meski dikenal sebagai olahan daging sapi, semur sebenarnya sangat fleksibel. Banyak variasi semur yang berkembang di berbagai daerah, menggunakan bahan alternatif seperti ayam, kambing, telur, tahu, tempe, hingga ikan. Keanekaragaman ini mencerminkan betapa semur telah menjadi bagian penting dari khazanah kuliner Indonesia.

Nilai Gizi dan Daya Tahan

Tak hanya lezat, semur daging juga memiliki kandungan gizi yang cukup seimbang. Dalam 100 gram semur, terkandung sekitar 141 kalori, 12,7 gram protein, 8 gram lemak, dan 4,34 gram karbohidrat.

Menariknya, semur daging juga tergolong tahan lama. Disimpan dalam suhu ruang dan dipanaskan kembali, semur bisa bertahan hingga empat hari. Jika dibekukan, usianya bisa mencapai dua bulan.

Lebih dari Sekadar Hidangan

Semur daging bukan hanya soal rasa. Di balik setiap piring semur, ada cerita tentang kebersamaan, sejarah panjang, serta kreativitas masyarakat Indonesia dalam mengolah bahan-bahan sederhana menjadi hidangan istimewa.

Dari dapur rumahan hingga meja jamuan, semur tetap menjadi pilihan utama yang tak pernah kehilangan tempat di hati penikmat kuliner nusantara. (hasan)

Editor : Hasan Bashri
#idul adha #enak #masakan #lebaran #sejarah #Nikmat #semur daging #fakta menarik #makanan