Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Rahasia Lontong Masak Tradisional yang Pulen dan Wangi Daun Pisang, Tahan Lama dan Cocok untuk Semua Hidangan!

Hasan Bashri • Selasa, 3 Juni 2025 | 08:00 WIB

lontong masak tradisional
lontong masak tradisional

RadarMadura.id— Sajian khas Nusantara yang identik dengan kelezatan dan kehangatan keluarga ini ternyata memiliki proses pembuatan yang unik dan penuh kesabaran.

Berikut adalah panduan lengkap membuat lontong masak tradisional dengan hasil pulen dan aroma daun pisang yang menggoda.

Lontong merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang kerap menjadi pendamping berbagai hidangan, mulai dari opor ayam, sate, hingga sayur lodeh. Meski kini banyak tersedia lontong instan, lontong buatan sendiri tetap menjadi pilihan utama bagi para pecinta rasa autentik.

Resep lontong masak tradisional ini menggunakan bahan-bahan alami serta teknik merebus panjang agar menghasilkan tekstur yang padat namun lembut.

Baca Juga: Resep Rendang Ayam Bumbu Instan: Praktis, Lezat, dan Mudah Dibuat di Rumah

Bahan-bahan yang Dibutuhkan

Untuk membuat lontong tradisional dalam jumlah besar, berikut bahan yang diperlukan:

Baca Juga: Resep Ayam Rica-Rica Santan, Perpaduan Pedas dan Gurih yang Bikin Nagih

Langkah Membuat Lontong Masak Tradisional

1. Menyiapkan Bahan dan Membungkus Lontong

Langkah awal, cuci beras hingga bersih dan tiriskan. Sambil menunggu beras kering, bentuk daun pisang menjadi tabung silinder dengan ukuran sesuai selera.

Isi masing-masing bungkus daun pisang dengan beras sebanyak 3/4 bagian, kemudian semat ujungnya menggunakan batang lidi agar rapat dan tidak bocor saat direbus.

 

2. Proses Perebusan yang Memakan Waktu

Susun lontong dalam panci besar, lalu tuangkan air hingga semua lontong terendam sempurna. Rebus dengan api besar hingga mendidih, kemudian kecilkan api dan masak selama 4 hingga 5 jam.

Pada pertengahan waktu perebusan (sekitar dua jam), balik posisi lontong untuk memastikan kematangan merata. Tambahkan air secara berkala jika volume air berkurang agar lontong selalu dalam kondisi terendam.

3. Tiriskan dan Dinginkan

Setelah proses memasak selesai, matikan kompor dan diamkan hingga suhu sedikit menurun. Tiriskan lontong dari panci dan biarkan dingin sebelum disajikan. Lontong akan lebih padat saat sudah dingin, sehingga cocok untuk dipotong dan disajikan bersama lauk favorit.

Menghidupkan Kembali Tradisi di Dapur Sendiri

Membuat lontong secara tradisional memang membutuhkan waktu dan ketelatenan, namun hasilnya sebanding dengan usaha.

Aroma harum dari daun pisang, tekstur lembut tapi tidak lembek, serta rasa autentik yang sulit ditandingi oleh lontong instan menjadikan resep ini layak dicoba, apalagi saat menyambut momen-momen istimewa bersama keluarga.

Resep lontong masak tradisional ini tidak hanya memperkenalkan kembali budaya kuliner Nusantara, tetapi juga mengajak generasi muda untuk mencintai masakan rumahan yang sarat nilai dan makna.

Selamat mencoba dan rasakan kehangatan tradisi di setiap gigitan lontong! (Hasan) 

Editor : Hasan Bashri
#resep #masakan #tradisional #Pulen #lontong #hidangan