RadarMadura.id— Jembatan Sulfat yang terletak di Jl. Terusan Sulfat No.3, kawasan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dikenal bukan hanya sebagai jalur lalu lintas penting, tetapi juga sebagai salah satu lokasi paling menyeramkan di kota ini.
Meski berfungsi normal dan masih dilewati banyak pengguna jalan setiap harinya, kisah mistis yang membayangi jembatan ini membuat banyak orang merinding saat melintasinya.
Jembatan ini berada sekitar 5,7 kilometer dari penginapan populer Bobopod Alun-alun Malang, menjadikannya cukup dekat bagi wisatawan yang ingin menelusuri sisi lain dari Kota Malang.
Namun, daya tarik jembatan ini bukan terletak pada keindahan arsitektur atau pemandangannya, melainkan pada aura mistis yang telah melekat sejak lama.
Konon, Jembatan Sulfat dibangun melintasi area bekas pemakaman umum.
Cerita yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa jembatan ini kerap menjadi lokasi kecelakaan misterius yang bahkan merenggut nyawa.
Tidak sedikit warga sekitar dan pengendara yang mengaku mengalami pengalaman tak biasa saat melewati jembatan ini, terutama saat malam hari.
Salah satu fenomena yang sering dilaporkan adalah sepeda motor yang tiba-tiba terasa lebih berat dari biasanya, seolah-olah ada beban tambahan yang tak terlihat.
Warga meyakini bahwa ini merupakan ulah sosok kuntilanak yang menumpang di atas motor.
Karena itulah, banyak pengendara yang secara naluriah membunyikan klakson ketika hendak melintasi jembatan tersebut — sebuah kebiasaan yang dipercaya dapat mengusir gangguan makhluk halus.
Klakson itu bukan hanya untuk memberi tanda ke pengguna jalan lain, tapi juga semacam ritual untuk menunjukkan bahwa kita sadar dan waspada.
Baca Juga: Lagi Viral di TikTok! Rujak Pedas Segar Ini Bisa Jadi Camilan Favorit, Bikin Ketagihan Banget!
Meskipun belum ada bukti ilmiah yang mendukung kisah-kisah tersebut, Jembatan Sulfat tetap menjadi salah satu ikon mistis Kota Malang.
Banyak pemburu cerita horor hingga konten kreator yang menjadikan lokasi ini sebagai destinasi eksplorasi gaib.
Di sisi lain, pemerintah dan warga berharap agar jembatan ini tetap aman bagi pengguna jalan, baik dari sisi fisik maupun secara spiritual.
Jembatan Sulfat membuktikan bahwa infrastruktur tidak hanya berbicara soal fungsi dan konektivitas, tetapi juga dapat menjadi bagian dari warisan cerita lokal yang hidup di tengah masyarakat.
Bagi Anda yang tertarik menjelajahi sisi lain Malang yang lebih menyeramkan, Jembatan Sulfat adalah salah satu destinasi yang tak boleh dilewatkan — tentu saja, dengan tetap berhati-hati saat melintasinya. (Hasan)
Editor : Hasan Bashri