Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Uji Nyali di Penjara Kalisosok Surabaya, Wisata Mistis Bekas Tempat Tahanan Tokoh Bangsa

Hasan Bashri • Senin, 12 Mei 2025 | 22:03 WIB

Penjara Kalisosok Surabaya
Penjara Kalisosok Surabaya

RadarMadura.id— Surabaya dikenal sebagai kota pahlawan, namun siapa sangka di balik julukannya, kota ini juga menyimpan kisah kelam dari sebuah penjara tua yang kini menjadi destinasi wisata angker: Penjara Kalisosok.

Dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Daendels pada 1 September 1808, penjara ini menyimpan sejarah panjang yang penuh penderitaan, misteri, dan keberanian.

Gedung penjara yang berdiri di kawasan Werfstraat, kini dikenal sebagai Jalan Kalisosok, dahulu dinamai Werfstraat Gevangenis oleh orang Belanda.

Baca Juga: Jalan-jalan Seru di Jogja Saat Akhir Pekan? Cek 4 Tempat Wajib yang Penuh Sejarah, Kuliner Khas, dan Pemandangan Menawan!

Sedangkan masyarakat lokal lebih akrab menyebutnya Penjara Kalisosok.

Pembangunan penjara ini menelan biaya sebesar 8.000 Gulden, angka fantastis untuk masa itu.

Sejak diresmikan, penjara ini menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Tidak hanya orang pribumi, penjara ini juga menahan berbagai bangsa, termasuk Belanda, Eropa, Cina, hingga Arab.

Beberapa tokoh penting seperti W.R. Soepratman—pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya—pernah mendekam di sana pada 7 Agustus 1938.

Selain itu, pejuang besar H.O.S Tjokroaminoto juga pernah merasakan dinginnya jeruji besi Kalisosok.

Baca Juga: Dinilai Tidak Efektif, Pemerintah Pertimbangkan Alih Fungsikan Bus Trans Bangkalan

Atmosfer horor penjara ini tak lepas dari cerita pilu para narapidana. Saat pertama tiba, mereka disambut oleh kepala penjara dengan kalimat dingin, “Kalisosok adalah tempat pembuangan akhir kalian! Jangan berharap bisa melarikan diri. Di sini hanya ada dua pintu: pintu masuk dan pintu kematian menuju makam Paresan.” Kalimat ini membekas sebagai legenda kelam yang masih sering diceritakan hingga kini.

Kamar Stempel menjadi tempat awal para tahanan menerima cap huruf “G” (Gevangene = napi) di tangan mereka.

Tidak hanya itu, pergelangan kaki dan tangan mereka dirantai dengan bola besi berat, hingga menyebabkan luka dan infeksi. Penyakit seperti kolera, pes, dan demam juga kerap mewabah di dalam sel sempit tersebut, merenggut banyak nyawa.

Salah satu ruangan paling menyeramkan adalah Treurkamer atau Kamar Duka, tempat para tahanan merenungi dosa mereka sebelum menjalani hukuman gantung.

Bahkan, sebelum Rumah Sakit Jiwa Gekkenhuis berdiri di Surabaya, penjara ini juga difungsikan sebagai tempat penampungan orang dengan gangguan kejiwaan.

Pasca-kemerdekaan, kisah kelam penjara Kalisosok belum berakhir. Pada 6 Oktober 1945, pejuang dari BKR (Badan Keamanan Rakyat) menangkap perwira Belanda Kapten P.J.G. Huijer dan menahannya di penjara ini.

Namun, hanya beberapa minggu kemudian, pasukan Inggris mendarat di Surabaya dan membebaskan para tahanan Belanda tanpa izin.

Baca Juga: Nggak Perlu Ulek, Sambal Bawang Iris Ini Lagi Viral Karena Simpel Tapi Rasanya Juara!

Kini, Penjara Kalisosok tidak lagi digunakan untuk menahan manusia. Namun, banyak pengunjung yang mengaku masih merasakan kehadiran "penghuni lama" di dalamnya.

Suara rantai menyeret, teriakan minta tolong, hingga bayangan tak kasatmata sering kali dilaporkan. Tak heran jika lokasi ini menjadi salah satu destinasi uji nyali favorit bagi pecinta wisata mistis.

Dengan sejarah panjang dan atmosfer horor yang kuat, Penjara Kalisosok menjadi bukti nyata bahwa bangunan tua tak hanya menyimpan cerita masa lalu, tapi juga misteri yang tak lekang oleh waktu. (Hasan) 

Editor : Hasan Bashri
#angker #Penjara Kalisosok #liburan #wisata #seru #sejarah #uji nyali #mistis #surabaya