RadarMadura.id - Pernah membayangkan kulit bawang merah disulap jadi camilan super renyah dan gurih? Kalau biasanya langsung masuk tempat sampah, kini kulit bawang justru bisa jadi primadona baru di dunia kuliner rumahan.
Selain unik, resep ini juga ramah lingkungan—cocok banget buat kamu yang doyan ngemil tapi tetap peduli pada pengurangan sampah dapur.
Dengan bahan sederhana dan proses yang gampang banget, kamu bisa bikin kripik kulit bawang sendiri di rumah. Rasanya? Jangan ditanya—sekali gigit, dijamin susah berhenti!
Bahan yang Dibutuhkan:
-
500 gram kulit bawang merah (pilih yang masih bersih dan utuh)
-
1 bungkus Sajiku® Tepung Bumbu Serbaguna 220 gram
-
500 ml minyak sayur untuk menggoreng
Cara Membuatnya:
1. Rebus Dulu, Jangan Langsung Goreng!
Langkah pertama, rebus kulit bawang merah selama 10 menit. Ini penting buat melunakkan teksturnya dan mengurangi bau menyengat. Setelah itu, angkat dan tiriskan sampai benar-benar kering.
2. Taburi dengan Tepung Bumbu Ajaib
Siapkan Sajiku® Tepung Bumbu Serbaguna dalam wadah terpisah. Kulit bawang yang sudah direbus tadi langsung dilumuri dengan tepung ini.
Biar makin nempel dan crispy, celupkan dulu ke air, lalu baluri lagi dengan tepung. Ulangi sampai semua kulit bawang terlapisi rata.
3. Waktunya Goreng!
Panaskan minyak dalam wajan. Setelah benar-benar panas, masukkan kulit bawang satu per satu.
Goreng hingga warnanya berubah jadi cokelat keemasan dan harum menggoda. Jangan lupa tiriskan setelah diangkat ya!
4. Siap Dinikmati
Begitu dingin, kripik bisa langsung disantap atau disimpan dalam toples kedap udara. Teksturnya super renyah dan rasa gurihnya pas di lidah.
Lebih dari Sekadar Camilan
Kripik kulit bawang bukan cuma enak, tapi juga punya nilai tambah. Kamu bisa menjadikannya ide usaha kuliner antimainstream, atau bahkan oleh-oleh khas rumahan.
Modal kecil, hasil besar—apalagi kalau kamu kreatif mengemas dan memasarkannya secara online.
Lebih menariknya lagi, camilan ini membantu mengurangi limbah rumah tangga. Jadi, selain nikmat, kamu juga berkontribusi menyelamatkan lingkungan. Win-win solution banget! (hasan)
Editor : Hasan Bashri