RadarMadura.id - Siapa sangka camilan mungil berwarna merah merona ini menyimpan cerita panjang dan makna mendalam? Kue ku, atau yang juga dikenal dengan sebutan kue tok, bukan sekadar jajanan pasar biasa.
Dengan bentuknya yang menyerupai cangkang kura-kura, kue ini dipercaya sebagai simbol kemakmuran dan umur panjang dalam budaya Tionghoa.
Kini, kamu pun bisa menghadirkan kenikmatan klasik ini di dapur sendiri dengan cara yang mudah dan praktis.
Meski tampilannya terlihat eksklusif dengan cetakan khas dan disajikan di atas daun pisang, resep kue ku ternyata sangat ramah untuk pemula.
Kombinasi kulit kenyal dan isian kacang hijau yang legit dijamin bikin siapa pun ketagihan. Inilah saatnya membuktikan bahwa membuat jajanan tradisional tak selalu harus rumit.
Siapkan Bahan-Bahan Simpel Ini:
Isian Kacang Hijau:
-
150 gram kacang hijau kupas
-
100 ml santan cair
-
½ sendok teh garam
-
5 sendok makan gula pasir
Kulit Kue:
-
250 gram tepung ketan
-
50 gram gula halus
-
½ sendok teh garam
-
100 gram kentang kukus, haluskan
-
200 ml santan cair
-
Pewarna makanan (merah atau sesuai selera)
Langkah-Langkah Membuatnya:
-
Kukus kacang hijau dan kentang hingga empuk (sekitar 25 menit).
-
Haluskan keduanya secara terpisah. Untuk isian, campurkan kacang hijau dengan santan, garam, dan gula, lalu masak di atas teflon hingga kalis dan bisa dibentuk.
-
Bentuk isian menjadi bola-bola kecil seukuran setengah sendok makan.
-
Untuk kulitnya, campur semua bahan dalam mangkuk besar: tepung ketan, kentang, gula halus, garam, dan santan sedikit demi sedikit. Tambahkan pewarna makanan dan uleni hingga adonan kalis dan mudah dibentuk.
-
Ambil sedikit adonan kulit, pipihkan, beri isian, dan bulatkan. Cetak dengan cetakan kue ku yang sudah ditaburi tepung agar tidak lengket.
-
Letakkan kue di atas daun pisang yang diolesi minyak agar tidak lengket saat dikukus.
-
Kukus selama 12 menit dengan api sedang. Ingat, buka tutup kukusan setiap lima menit agar kue tetap cantik bentuknya dan tidak melebar.
-
Angkat, dinginkan sejenak, dan sajikan hangat bersama teh atau kopi favoritmu.
Cita Rasa Tradisional, Sensasi Tak Terlupakan
Kue ku bukan hanya soal rasa, tapi juga pengalaman. Teksturnya yang kenyal berpadu dengan isian kacang hijau yang manis gurih menjadikannya camilan yang sulit dilupakan. Tak heran, kue ini masih eksis di tengah maraknya tren kuliner modern.
Menariknya lagi, kue ku bisa menjadi peluang usaha rumahan. Dengan modal sederhana, kamu bisa menawarkan cita rasa tradisional yang penuh nostalgia kepada generasi muda.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, hidupkan kembali warisan kuliner Indonesia di dapurmu. Kue ku, si kecil mungil yang siap memanjakan lidah dan membangkitkan kenangan masa lalu. (hasan)
Editor : Hasan Bashri