RadarMadura.id— Siapa sangka, sebuah pesantren yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu dan kedamaian justru berubah menjadi ladang kematian?
Film Pembantaian Dukun Santet bakal menjadi jawaban bagi pecinta horor lokal yang haus akan cerita berdarah dan penuh misteri mistis khas Indonesia.
Disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis, film ini menyuguhkan kengerian yang tak biasa—bukan hanya soal setan atau penampakan, tapi tentang ketakutan masyarakat yang berujung pada kekacauan massal.
Baca Juga: Dijamin BIkin Nagih dengan Ayam Saus Mentega: Cita Rasa Rumahan Sekelas Restoran
Masyarakat yang diliputi paranoia mulai menuduh satu sama lain sebagai dukun santet. Mereka yang dituduh tak diberi kesempatan membela diri—langsung dihakimi, diburu, dan dibantai.
Menariknya, cerita film ini bukan sekadar fiksi belaka.
Kisahnya diadaptasi dari thread viral yang sempat menggemparkan media sosial.
Kini, kisah itu diangkat ke layar lebar dengan sentuhan sinematik yang intens dan atmosfer gelap yang menyergap sejak menit pertama.
Baca Juga: Sensasi Pedas Segar Khas Minangkabau dari Balado Ayam Kemangi
Pusat cerita berputar pada Satrio, seorang santri yang diperankan Kevin Ardilova. Ia menjadi saksi hidup dari kehancuran pesantren tempatnya menimba ilmu.
Satu demi satu teman-temannya tewas secara misterius.
Guru-gurunya lenyap. Apa benar ini semua ulah dukun santet? Atau ada kekuatan lain yang lebih gelap dan licik sedang bermain?
Baca Juga: Resep Bolu Karamel Panggang: Sensasi Manis Lembut di Setiap Gigitannya
Dalam pelariannya, Satrio bukan hanya mencoba menyelamatkan diri, tetapi juga orang tuanya yang ikut terancam
Bersama dengan karakter yang diperankan Aurora Ribero, mereka menggali jejak kengerian demi menemukan siapa dalang sebenarnya.
Film ini juga menampilkan sederet aktor muda berbakat lainnya, menciptakan chemistry dan intensitas akting yang dijamin membuat penonton tak berkedip.
Disusun dalam skenario yang ditulis oleh Baskoroadi Wuryanto dan Andri Cahyadi, Pembantaian Dukun Santet bukan hanya menampilkan horor, tetapi juga kritik sosial yang tajam.
Tidak sabar menyaksikan? Catat tanggalnya—8 Mei 2025, film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia.
Siapkan mental dan jangan datang sendiri, karena teror santet yang disajikan bukan main-main! (Hasan)
Editor : Hasan Bashri