Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Liburan ke Palembang Wajib Kunjungi Pulau Kemaro: Permata Religi dan Budaya di Tengah Sungai Musi

Amin Basiri • Kamis, 24 April 2025 | 13:32 WIB
Pagida 9 tingkat yang jadi ikon wisata Pulau Kemaro Palembamg
Pagida 9 tingkat yang jadi ikon wisata Pulau Kemaro Palembamg

FOOD & TRAVEL, RadarMadura.id - Pulau Kemaro adalah salah satu destinasi wisata unggulan di Palembang, Sumatera Selatan.

Terletak sekitar 6 kilometer dari Jembatan Ampera, pulau ini berada tepat di tengah Sungai Musi dan menawarkan perpaduan menarik antara keindahan alam, sejarah budaya, dan nuansa spiritual yang kental.

Nama "Kemaro" berasal dari kata "kemarau", karena pulau ini tetap kering meskipun air Sungai Musi sedang pasang.

Daya tarik utama Pulau Kemaro adalah Pagoda berlantai sembilan yang menjulang tinggi dan menjadi ikon khas pulau ini.

Pagoda tersebut dibangun pada tahun 2006 dan bisa dilihat dari kejauhan. Tak jauh dari pagoda, terdapat Klenteng Hok Tjing Rio, tempat ibadah bagi umat Buddha dan Konghucu yang telah berdiri sejak tahun 1962.

Di area ini pula terdapat makam pasangan legendaris Tan Bun An dan Siti Fatimah, yang kisah cintanya menjadi latar sejarah keberadaan pulau ini.

Selain wisata religi, Pulau Kemaro juga dikenal sebagai tempat wisata romantis. Salah satu spot favorit wisatawan adalah “Pohon Cinta”, di mana banyak pasangan mengukir nama mereka dengan harapan agar hubungan mereka langgeng. Lokasi ini sangat populer terutama di kalangan anak muda dan pasangan yang sedang berlibur.

Untuk mencapai Pulau Kemaro, pengunjung harus menyeberangi Sungai Musi menggunakan perahu. Tidak ada tiket masuk untuk memasuki pulau ini, namun biaya sewa perahu bervariasi tergantung jenis dan kapasitasnya.

Perahu ketek biasa disewa dengan tarif sekitar Rp100.000–Rp250.000 untuk perjalanan pulang-pergi, sementara speedboat dikenakan biaya hingga Rp500.000.

Perjalanan dari Dermaga Benteng Kuto Besak atau Dermaga Pabrik Udang memakan waktu sekitar 25–35 menit, tergantung arus sungai.

Pulau Kemaro juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti dermaga kecil, toilet umum, kantin, dan spot selfie.

Beberapa warga lokal menyediakan homestay bagi wisatawan yang ingin menginap dan menikmati suasana malam di pulau.

Pemerintah setempat pun terus mengembangkan potensi wisata Pulau Kemaro dengan pembangunan bungalow, pantai buatan, taman, serta wahana permainan anak dan fasilitas olahraga.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari agar terhindar dari panas matahari. Disarankan mengenakan pakaian nyaman, membawa air minum, dan menggunakan tabir surya.

Jika berkunjung saat perayaan Cap Go Meh, pengunjung akan disuguhi berbagai atraksi budaya Tionghoa yang meriah, seperti barongsai, pertunjukan musik, dan ritual keagamaan yang memperkuat kesan spiritual pulau ini.

Dengan keindahan alam, legenda cinta yang melegenda, serta warisan budaya yang kaya, Pulau Kemaro menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan saat berwisata ke Palembang.

Pulau ini bukan hanya menawarkan ketenangan dan panorama eksotis, tetapi juga membawa pengunjung pada perjalanan menyentuh hati melalui nilai-nilai sejarah dan spiritual.***

Editor : Amin Basiri
#wisata #pulau kemaro #palembang