FOOD & TRAVEL, RadarMadura.id - Palembang, kota tertua di Indonesia yang lekat dengan sejarah Sriwijaya, menyimpan banyak pesona wisata yang menarik untuk dijelajahi.
Salah satu daya tarik utama kota ini adalah Jembatan Ampera, sebuah ikon megah yang membentang gagah di atas Sungai Musi.
Tidak hanya berfungsi sebagai penghubung dua wilayah utama kota Palembang, Jembatan Ampera juga menjadi simbol kejayaan, kebanggaan, dan daya tarik wisata yang tidak lekang oleh waktu.
Dibangun pada era Presiden Soekarno dan diresmikan pada tahun 1965, Jembatan Ampera awalnya dikenal sebagai Jembatan Bung Karno.
Namun, seiring perubahan zaman, nama itu diganti menjadi Ampera yang merupakan singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat.
Pergantian nama tersebut mencerminkan semangat dan harapan rakyat Palembang yang tertuang dalam sebuah monumen fungsional.
Uniknya, jembatan ini dulunya bisa terangkat di bagian tengahnya untuk memungkinkan kapal besar melintas di bawahnya.
Meski kini fitur itu sudah tidak lagi berfungsi, cerita tentang mekanisme tersebut tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Berkunjung ke Jembatan Ampera pada malam hari adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan. Saat gelap mulai menyelimuti kota, jembatan ini berubah menjadi lautan cahaya yang menawan.
Lampu-lampu berwarna yang menghiasi setiap sisi jembatan menciptakan suasana romantis dan dramatis yang memukau.
Tak sedikit wisatawan maupun warga lokal yang mengabadikan momen tersebut dengan kamera atau sekadar menikmati pemandangan sambil berjalan santai di sekitar kawasan jembatan.
Tidak jauh dari Jembatan Ampera, terdapat berbagai spot menarik yang bisa dinikmati wisatawan. Pasar 16 Ilir misalnya, menawarkan pengalaman belanja tradisional dengan aneka ragam barang dan kuliner khas Palembang.
Baca Juga: Lahan Perkebunan Pinggir Jalan Berkembang Jadi Wisata Petik Melon dan Bawa Keuntungan Finansial
Dari sini, wisatawan juga bisa menyeberangi Sungai Musi menggunakan perahu ketek untuk merasakan suasana sungai yang hidup dan berwarna.
Pemandangan Jembatan Ampera dari atas perahu pun menjadi salah satu momen ikonik yang banyak dicari.
Jembatan Ampera juga menjadi lokasi strategis untuk menyaksikan aktivitas Sungai Musi yang kaya akan kehidupan.
Kapal-kapal kecil yang lalu lalang, rumah-rumah panggung di sepanjang tepi sungai, serta aktivitas nelayan dan pedagang, semuanya berpadu dalam harmoni yang menggambarkan denyut nadi Palembang.
Tidak heran jika banyak fotografer maupun pembuat konten yang menjadikan Jembatan Ampera sebagai latar favorit mereka.
Di balik keindahan dan keramaiannya, Jembatan Ampera menyimpan kisah perjuangan dan semangat membangun.
Ia bukan sekadar struktur baja dan beton, melainkan simbol dari semangat persatuan dan kemajuan. Mengunjungi jembatan ini bukan hanya soal menikmati keindahan visual, tetapi juga meresapi nilai sejarah dan budaya yang menyertainya.
Dengan segala pesonanya, Jembatan Ampera tetap menjadi magnet wisata Palembang yang tak pernah kehilangan daya tarik.
Setiap kunjungan ke kota ini akan terasa kurang lengkap tanpa menyaksikan langsung keagungan jembatan yang berdiri kokoh di atas Sungai Musi, menjembatani masa lalu, masa kini, dan masa depan kota Palembang.***
Editor : Amin Basiri