Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Menyelami Jejak Spiritual lewat Wisata Religi Di Nganjuk, Jawa Timur

Amin Basiri • Sabtu, 19 April 2025 | 12:31 WIB

Komplek wisata makam eyang kanjeng jimat nganjuk Jawa Timur
Komplek wisata makam eyang kanjeng jimat nganjuk Jawa Timur

FOOD & TRAVEL, RadarMadura.id - Wisata religi di Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu magnet spiritual yang memadukan nilai sejarah dan nuansa religius yang kuat.

Di balik julukannya sebagai "Bumi Anjuk Ladang", daerah ini menyimpan kisah-kisah perjalanan dakwah Islam yang berakar kuat dalam kebudayaan lokal.

Salah satu destinasi utama yang sering dikunjungi para peziarah adalah Makam Kanjeng Jimat, yang berada di Desa Kacangan, Kecamatan Berbek.

Sosok yang dimakamkan di sana adalah Kanjeng Raden Tumenggung Sosrokusumo, dikenal pula sebagai Kanjeng Jimat, seorang bupati pertama Nganjuk yang berperan besar dalam penyebaran ajaran Islam pada abad ke-18.

Keberadaan makam ini tidak hanya menjadi tempat ziarah, melainkan juga pusat napak tilas sejarah spiritual yang menggugah batin para pengunjung.

Di kompleks makam ini, berdiri pula Masjid Al-Mubarok yang memiliki nilai historis tinggi. Dibangun sekitar tahun 1745 M, masjid ini merupakan salah satu bangunan tua di Jawa Timur yang memadukan gaya arsitektur Jawa dengan nuansa Islam yang kental.

Para peziarah biasanya datang tidak hanya untuk berdoa dan mengenang jasa-jasa Kanjeng Jimat, tetapi juga untuk meresapi ketenangan yang terpancar dari bangunan dan suasana sekitarnya.

Kompleks ini menjadi ruang spiritual yang seolah membekukan waktu, mempertemukan masa lalu dan masa kini dalam harmoni keagamaan.

Selain Makam Kanjeng Jimat, terdapat pula situs-situs religi lain yang memperkaya perjalanan spiritual di Nganjuk. Salah satunya adalah Makam Syekh Sulukhi, yang terletak di Kecamatan Wilangan.

Ia dikenal sebagai santri dari Sunan Ampel, salah satu tokoh utama dalam jaringan Walisongo. Keberadaannya di Nganjuk menguatkan jejak penyebaran Islam di kawasan pedalaman Jawa Timur.

Makam ini menjadi saksi bisu keteguhan dakwah Islam yang menyatu dengan nilai-nilai lokal dan tradisi masyarakat setempat.

Tidak jauh dari sana, Makam Sunan Ngatas Angin atau Syekh Malik Al Athos menjadi destinasi lainnya yang tak kalah menarik.

Dikenal dengan panjang makamnya yang mencapai empat meter, tempat ini menyimpan aura mistis yang memikat.

Kisah-kisah spiritual dan pengalaman batin para peziarah menambah dimensi magis dari situs ini, menjadikannya sebagai tempat perenungan dan pencarian makna yang lebih dalam terhadap perjalanan hidup.

Dengan kekayaan sejarah dan spiritual yang dimiliki, wisata religi di Nganjuk bukan hanya soal berkunjung ke makam atau masjid tua.

Ia menjadi media untuk menghubungkan diri dengan warisan leluhur, mengenali nilai-nilai Islam yang telah mengakar ratusan tahun, serta mempertebal kesadaran religius dalam kehidupan sehari-hari.

Kabupaten ini menawarkan lebih dari sekadar wisata; ia menghadirkan perjalanan batin yang tenang, penuh makna, dan membekas di hati.

Bagi siapa saja yang mencari keteduhan jiwa dan pemahaman akan sejarah Islam di tanah Jawa, Nganjuk adalah tempat yang layak untuk disinggahi dan direnungi.***

Editor : Amin Basiri
#jawa timur #wisata #nganjuk #Kanjeng Jimat #wisata religi