RadarMadura.id - Pernah mencicipi bubur dengan nama unik "hintalu karuang"? Meski terdengar misterius—karena dalam bahasa Banjar berarti "telur kelelawar"—tenang saja, tak ada unsur hewan malam di dalamnya.
Justru yang akan kamu temukan adalah kehangatan, kelembutan, dan rasa manis gurih yang membelai lidah sejak sendok pertama.
Ceritanya berawal dari adonan sederhana: tepung ketan dan tepung beras yang dipadukan dengan sejumput garam.
Air dituang perlahan hingga adonan bisa dibentuk bulat kecil, mirip telur-telur mungil yang lucu.
Inilah yang menjadi daya tarik utama dari bubur khas Kalimantan Selatan ini—tampilannya yang sederhana namun menggugah.
Yang bikin istimewa bukan cuma bentuknya, tapi juga kuahnya. Gula merah yang harum berpadu dengan santan kental, sedikit susu bubuk, dan daun pandan menjadikan aroma bubur ini begitu mengundang.
Tak heran jika hintalu karuang kerap menjadi sajian favorit saat berbuka puasa atau acara keluarga besar.
Masih ingat aroma rebusan air dan gula merah yang mulai mendidih? Saat itulah bola-bola adonan dimasukkan ke dalam kuah panas.
Satu per satu mereka akan mengapung—pertanda siap disantap. Setelah itu, barulah santan dan susu ditambahkan, menyempurnakan kekayaan rasa yang membuat siapa pun ketagihan.
Uniknya, bubur ini tak hanya sekadar makanan. Ia adalah warisan. Dari dapur nenek ke ibu, lalu ke anak cucu, resep ini diwariskan tanpa banyak berubah. Di balik setiap bulatan adonan, tersimpan kehangatan rumah, nilai kebersamaan, dan cinta yang mendidih dalam panci.
Ingin membuatnya sendiri? Cukup siapkan bahan-bahannya: 6 sdm tepung ketan, 3 sdm tepung beras, 350 ml air, 1 keping gula merah, 65 ml santan kental, dan beberapa bahan pelengkap seperti gula pasir, susu bubuk, daun pandan, dan sejumput garam. Mudah, bukan?
Sekilas mungkin terlihat seperti bubur biasa, tapi siapa sangka: bubur hintalu karuang telah bertahan puluhan tahun sebagai bagian dari identitas kuliner Kalimantan Selatan.
Di era kekinian seperti sekarang, sajian ini justru jadi favorit karena eksotisme dan otentisitas rasanya.
Bubur Hintalu Karuang bukan hanya tentang rasa—ia adalah cerita. Tentang budaya, kehangatan keluarga, dan betapa sederhananya bahagia.
Jadi, jika kamu sedang mencari sesuatu yang manis, tradisional, dan penuh kenangan, bubur khas Banjar ini layak masuk daftar menu buatan tanganmu selanjutnya. (fadila)
Editor : Fadila An Naila