RadarMadura.id - Kurma menjadi salah satu buah favorit saat bulan Ramadhan karena kaya akan manfaat. Kandungan nutrisi seperti serat, protein, zat besi, kalium, dan magnesium membuatnya cocok dikonsumsi untuk menambah energi saat sahur maupun berbuka.
Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua kurma yang dijual di pasaran benar-benar alami? Beberapa kurma justru diberi tambahan gula agar lebih manis, yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Agar tidak salah pilih, berikut beberapa cara mudah mengenali kurma asli tanpa pemanis tambahan.
Baca Juga: Menu Sahur Hemat Waktu! Tumis Kecombrang Teri Medan, Cepat Masak, Enak Dimakan!
1. Tidak Dikerubuti Semut
Cara sederhana yang sering diabaikan adalah dengan melihat apakah kurma dikerubungi semut atau tidak. Kurma alami tanpa pemanis tambahan biasanya tidak menarik perhatian semut, meskipun dibiarkan terbuka.
Sebaliknya, kurma yang telah diberi gula tambahan lebih mudah dikerumuni semut karena kadar gulanya yang tinggi.
2. Rasa Manis Alami Ada di Dagingnya, Bukan di Kulitnya
Kurma asli memiliki rasa manis yang berasal dari daging buahnya. Saat digigit, manisnya terasa alami, lembut, dan tidak berlebihan.
Berbeda dengan kurma yang mengandung gula tambahan, rasa manisnya sudah terasa sejak pertama kali menyentuh kulitnya. Bahkan, rasa manisnya sering kali terlalu kuat hingga bisa membuat gigi terasa ngilu.
3. Perhatikan Tekstur: Tidak Lengket dan Lebih Padat
Tekstur kurma bisa menjadi indikator apakah buah tersebut memiliki pemanis tambahan atau tidak. Kurma alami biasanya lebih keras, padat, dan memiliki sedikit kerutan.
Sebaliknya, kurma yang telah diberi tambahan gula cenderung lebih lembek, lengket, dan permukaannya tampak mengkilap karena dilapisi cairan gula.
4. Baca Label Kemasan dengan Teliti
Saat membeli kurma dalam kemasan, pastikan untuk selalu membaca labelnya. Periksa apakah ada keterangan "tanpa gula tambahan" atau "no added sugar."
Jika labelnya dalam dua bahasa, misalnya bahasa Indonesia dan Inggris, pastikan informasinya sama dan tidak ada perbedaan. Selain itu, hindari kurma dengan tambahan bahan pengawet yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
5. Pilih Jenis Kurma dengan Kadar Gula Lebih Rendah
Tidak semua jenis kurma memiliki kadar gula yang sama. Jika ingin konsumsi kurma yang lebih sehat, pilihlah varietas yang kadar gulanya lebih rendah seperti:
- Deglet Noor
- Barhi Kering
- Ajwa
Sebaliknya, kurma seperti Medjool, Sukkari, dan Barhi matang cenderung memiliki kadar gula yang lebih tinggi dan lebih manis secara alami.
Memilih kurma yang sehat bukanlah hal sulit jika Anda tahu ciri-cirinya. Dengan memperhatikan tekstur, rasa, reaksi semut, serta label kemasan, Anda bisa menikmati manfaat kurma secara optimal tanpa khawatir akan risiko konsumsi gula berlebih.
Pastikan Anda selalu cermat dalam memilih agar bisa menikmati kurma yang benar-benar alami dan sehat! (hasan)
Editor : Hasan Bashri