RadarMadura.id— Pagi itu, suasana di Dusun Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, begitu sejuk dan menyegarkan. Di balik kabut tipis yang menyelimuti, terlihat puncak Gunung Pundak yang menjulang, seolah memanggil siapa saja yang ingin menikmati keindahan alam dari ketinggiannya.
Bagi para pecinta alam, terutama pendaki pemula, Gunung Pundak adalah tempat yang tepat untuk menguji ketangguhan fisik sekaligus menikmati pemandangan luar biasa.
Dengan ketinggian 1.585 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini menawarkan petualangan yang tidak terlalu menantang, namun tetap memikat hati siapa saja yang mendakinya.
Menyusuri Jalur Pendakian yang Menawan
Jalur pendakian Gunung Pundak sangat ramah bagi pendaki pemula. Dari basecamp yang terletak di Taman Hutan Raya Raden Soerjo, perjalanan dimulai. Sambil mengatur napas, kita mengikuti jalur yang sudah disiapkan, melewati tiga pos yang akan memandu langkah-langkah kita menuju puncak.
Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak hanya sekitar dua jam, namun setiap pos menawarkan tantangan tersendiri. Pos pertama bisa dicapai dalam waktu 30 menit, dan disusul perjalanan menuju pos kedua yang sedikit lebih menanjak, meski tidak begitu sulit.
Pemandangan yang mengelilingi jalur pendakian semakin menarik, dengan pepohonan hijau dan udara segar yang menemani setiap langkah.
Namun, yang paling menantang datang ketika kita menuju pos ketiga. Jalur semakin curam, bebatuan besar terkadang membuat langkah terasa berat, dan tubuh mulai meminta istirahat. Tapi, di sinilah letak keseruan mendaki.
Setiap tetes keringat yang jatuh, setiap napas yang terengah-engah, terasa terbayar saat kita melihat pemandangan yang luar biasa. Di pos ketiga, kita bisa menikmati mata air segar yang mengalir.
Namun, jika kebetulan musim kemarau, mata air ini mungkin tak keluar, dan pendaki disarankan membawa persediaan air sendiri.
Menggapai Puncak dan Berkemah di Langit Malam
Setelah melewati pos ketiga, kita akan merasakan medan yang semakin menantang. Tanah yang menanjak, bebatuan besar yang harus dilewati, membuat langkah kita semakin berat. Namun, rasa lelah itu segera hilang saat kita mendekati puncak.
Angin kencang dan hawa dingin mulai terasa, memberikan sensasi segar yang sangat menggugah semangat. Dan ketika kita akhirnya tiba di puncak, pemandangan yang ada di hadapan kita sungguh memanjakan mata.
Sabana yang luas terbentang, angin yang berhembus dengan bebas, serta pemandangan langit malam yang dipenuhi bintang. Banyak pendaki yang memutuskan untuk mendirikan tenda di dekat puncak, menikmati malam dengan suasana yang tenang sambil memandang langit yang begitu indah.
Tak jarang, mereka memasak makanan atau menyeduh kopi, merayakan keberhasilan mereka dengan kehangatan di tengah dinginnya udara pegunungan.
Gunung Pundak: Punggung Gunung Welirang
Mengapa Gunung Pundak diberi nama demikian? Ternyata, nama “Pundak” dalam bahasa Jawa berarti “bahu,” yang menggambarkan posisi gunung ini sebagai bagian dari punggung Gunung Welirang.
Sebagai "pundak" dari Gunung Welirang, puncak Gunung Pundak memberikan pandangan yang memukau tidak hanya ke arah puncak Welirang, tetapi juga ke Gunung Arjuno dan Gunung Penanggungan yang terlihat jelas di kejauhan. Penamaan ini memberikan sentuhan filosofis yang membuat perjalanan menuju puncaknya semakin bermakna.
Waspada terhadap Badai Pasir di Puncak
Namun, meski menawarkan keindahan alam yang luar biasa, pendaki harus tetap waspada. Di puncak Gunung Pundak, terdapat fenomena badai pasir yang sering terjadi, terutama pada musim kemarau.
Pasir yang menyelimuti hampir 50% area puncak bisa mengganggu pendaki, bahkan membuat tenda yang dipasang terombang-ambing dan terlepas dari pasaknya. Oleh karena itu, banyak pendaki yang memilih untuk mendirikan tenda di pos tiga, tempat yang lebih terlindung dari badai pasir.
Dengan harga tiket yang terjangkau, yakni Rp 11.000 per orang dan biaya parkir motor Rp 5.000, Gunung Pundak menjadi pilihan destinasi pendakian yang populer bagi mereka yang ingin menikmati keindahan alam tanpa harus melalui rute yang terlalu berat.
Setiap langkah di gunung ini membawa pengalaman yang tak terlupakan, dari keindahan alam yang menakjubkan hingga tantangan yang menyegarkan. Gunung Pundak, meski tidak terlalu tinggi, tetap mampu menawarkan petualangan seru bagi siapa saja yang ingin menikmati puncak keindahan di kaki Gunung Welirang. (fadila)
Editor : Fadila An Naila