Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jalan-jalan Spiritual di Boyolali: Mampir ke Makam Para Wali dan Tempat-tempat Suci

Hasan Bashri • Senin, 30 September 2024 | 04:44 WIB

Makam Ki Ageng Kebo Kenongo
Makam Ki Ageng Kebo Kenongo

RadarMadura.id — Dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang menjulang, serta keberadaan Embung Manajar yang menenangkan, Boyolali sering disebut sebagai "New Zealand van Java."

Namun, pesona Boyolali tidak berhenti di alamnya saja. Kota ini juga menyimpan kekayaan sejarah dan spiritual yang sayang untuk dilewatkan.

Bagi mereka yang mencari kedalaman spiritual, Boyolali menawarkan banyak destinasi wisata religi yang kaya akan cerita dan tradisi.

Berikut beberapa lokasi wisata religi di Boyolali yang tak hanya mengajak untuk berziarah, tetapi juga untuk memahami sejarah yang mengakar kuat dalam masyarakat.

1. Menyusuri Jejak Syech Maulana Ibrahim di Makam Ki Ageng Pantaran

Di kaki Gunung Merbabu, tersembunyi sebuah makam tokoh besar dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa, Ki Ageng Pantaran, atau lebih dikenal sebagai Syech Maulana Ibrahim Maghribi.

Beliau adalah seorang ulama yang berjasa besar dalam penyebaran agama Islam pada masa Kerajaan Demak.

Makamnya terletak di Dukuh Pantaran, Desa Candisari, dan selalu menjadi tujuan ziarah, terutama saat Bulan Suro.

Tradisi Buka Luwur, yang diadakan setiap Bulan Suro, menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para peziarah.

Dalam tradisi ini, kain putih yang menyelimuti makam diganti, diiringi dengan kirab dan tabur bunga. Prosesi ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan wujud penghormatan terhadap sejarah dan jasa sang tokoh.

2. Napak Tilas Sejarah di Makam Ki Ageng Kebo Kenongo

Makam Ki Ageng Kebo Kenongo, penguasa Kerajaan Pengging dan ayah dari Joko Tingkir, juga menjadi salah satu tujuan wisata religi di Boyolali.

Terletak di Dukuh Gedong, Desa Jembungan, makam ini tidak hanya menawarkan kedekatan spiritual tetapi juga perjalanan sejarah yang menarik untuk ditelusuri.

Pada malam Selasa Kliwon, makam ini ramai dipenuhi peziarah yang ingin mengenang jasa sang penguasa dan merenungi sejarah panjang Pengging.

Ki Ageng Kebo Kenongo bukan hanya seorang raja, tetapi juga sosok yang berperan penting dalam transisi kekuasaan antara Kerajaan Demak dan Pajang, menjadikan makamnya sebagai simbol kekuatan dan kebijaksanaan.

3. Menyelami Keindahan Arsitektur Jawa di Masjid Cipto Mulyo Pengging

Bagi pencinta arsitektur, Masjid Cipto Mulyo di Pengging adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan. Dibangun pada tahun 1905 oleh Raja Pakubuwono X, masjid ini berdiri kokoh dengan ciri khas arsitektur Jawa kuno.

Bentuk limasan yang menyerupai pendopo Jawa menjadikan masjid ini terlihat anggun dan klasik. Lima pintu utamanya, yang di atasnya terukir tulisan PB X, menjadi saksi bisu sejarah panjang masjid ini.

Di dalam masjid, bedug dan kentongan asli yang digunakan sejak masa pembangunannya masih dipertahankan dan tetap berfungsi.

Pengunjung yang datang ke sini tidak hanya akan merasakan kedamaian beribadah, tetapi juga seolah diajak kembali ke masa lampau.

4. Menemukan Kedamaian di Gua Maria Mawar Musuk

Tidak hanya bagi umat Muslim, Boyolali juga memiliki destinasi wisata religi yang penting bagi umat Katolik, yakni Gua Maria Mawar di Desa Kembangsari. Dikelilingi oleh pepohonan yang rimbun dan suasana yang sejuk, Gua Maria ini menawarkan tempat yang sempurna untuk berdoa, bermeditasi, dan mencari ketenangan.

Gua ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti Jalan Salib, Patung Bunda Maria, serta gazebo untuk beristirahat.

Tidak heran, tempat ini selalu menjadi pilihan bagi mereka yang mencari ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.

5. Wisata Edukasi Religi Singkil: Pengalaman Haji dan Umrah yang Edukatif

Sebagai destinasi religi terbaru, Wisata Edukasi Religi Singkil memberikan pengalaman yang berbeda. Dibuka pada 21 Oktober 2023, tempat ini menawarkan miniatur Ka’bah, Bukit Safa dan Marwah, hingga Jabal Rahmah.

Tempat ini dirancang sebagai pusat edukasi, terutama bagi mereka yang ingin memahami ritual haji dan umrah lebih dalam.

Meski baru resmi dibuka untuk umum pada Januari 2024, wisata ini sudah menarik perhatian banyak pengunjung.

Dengan tiket yang sangat terjangkau, pengunjung bisa menikmati pengalaman manasik dengan cara yang interaktif dan mendidik, baik untuk kalangan umum maupun pelajar.

Boyolali bukan hanya tentang keindahan alam yang memanjakan mata, tetapi juga tentang perjalanan spiritual yang mendalam.

Dari makam para tokoh sejarah hingga tempat-tempat ibadah bersejarah, setiap sudut Boyolali memiliki cerita yang menunggu untuk dijelajahi.

Bagi mereka yang mencari kedamaian, inspirasi, atau sekadar ingin meresapi kekayaan budaya, Boyolali adalah tujuan yang tepat. Sebuah perjalanan yang tak hanya menghubungkan kita dengan masa lalu, tetapi juga memperkaya jiwa. (hasan

Editor : Hasan Bashri
#ziarah #spiritual #liburan keluarga #boyolali #wisata religi