Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

5 Kesenian Khas yang Menjadi Daya Tarik Wisata Mojokerto Selain Keindahan Alamnya

Amin Basiri • Jumat, 20 September 2024 | 17:12 WIB

Kesenian Bantengan khas Mojokerto
Kesenian Bantengan khas Mojokerto

RadarMadura.id - Kabupaten Mojokerto tidak hanya terkenal dengan keindahan wisata  alam dan situs sejarahnya, tetapi juga dengan kekayaan kesenian tradisional

Berbagai kesenian khas Mojokerto telah menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana autentik budaya Jawa Timur.

Objek wisata kesenian dan budaya di Mojokerto tidak kalah menarik dari ragam wisata alamnya yang menakjubkan.

Kabupaten Mojokerto seperi punya dua magnet yang bikin para wisatawan tertarik untuk mengunjunginya

Baca Juga: Liburan Keluarga di Watu Gedhe Aquapark, Destinasi Wisata Air Seru di Trawas

Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa kesenian tradisional yang menjadi daya tarik wisata budaya di Mojokerto.

1. Ritual Magis Kesenian Bantengan

Kesenian Bantengan adalah salah satu warisan budaya khas Mojokerto yang berasal dari Desa Made, Kecamatan Pacet.

Meskipun awalnya hanya dipentaskan di desa tersebut, kini kesenian ini telah menyebar ke berbagai wilayah Mojokerto dan terus dilestarikan secara turun-temurun.

Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki makna spiritual yang dalam bagi masyarakat setempat

Banteng dianggap sebagai simbol perlindungan, dan gerakan tarian serta syair yang dilantunkan sering kali dianggap memiliki nuansa magis, dengan tujuan mengusir mara bahaya.

Kesenian ini menjadi simbol perlawanan dan perlindungan bagi masyarakat Mojokerto, menjadikannya salah satu daya tarik wisata budaya yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Baca Juga: Resep Cenil: Kudapan Tradisional yang Manis dan Kenyal, Cocok untuk Semua Kalangan!

2. Lawakan Rakyat Ludruk

Ludruk merupakan kesenian teater tradisional khas Jawa Timur yang banyak digemari di Mojokerto.

Ludruk mengangkat kehidupan sehari-hari rakyat kecil dan sering diselingi dengan humor serta kritik sosial.

Pertunjukan ini didominasi oleh laki-laki yang memerankan berbagai karakter, baik laki-laki maupun perempuan, yang menjadi ciri khas dari kesenian ini.

Sebelum cerita utama dimulai, pertunjukan Ludruk selalu diawali dengan Tari Remo, yang bertujuan sebagai ucapan selamat datang bagi para penonton.

Musik dan tembang Jawa mengiringi setiap gerakan dalam Tari Remo, menciptakan suasana yang hangat dan meriah.

Di Mojokerto, Ludruk Karya Budaya adalah salah satu grup ludruk yang masih aktif mempertahankan eksistensi kesenian ini, menjadikannya sebagai bagian penting dari kekayaan budaya lokal yang menarik untuk disaksikan wisatawan.

Baca Juga: Resep Apen Sumenep: Jajanan Tradisional yang Manis dan Gurih!

3. Wayang Kulit

Kabupaten Mojokerto juga punya kesenian wayang, khususnya wayang kulit seperti di daerah lain

Wayang kulit, sebagai seni pertunjukan yang ikonik di Indonesia, memiliki varian tersendiri di Mojokerto.

Berbeda dengan wayang dari Surakarta atau Yogyakarta, wayang kulit di Mojokerto memiliki ciri khas pada ukuran yang lebih kecil, serta ornamen dan ukiran yang lebih sederhana.

Wayang kulit di Mojokerto tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menyampaikan pesan moral dan filosofi kehidupan kepada penonton.

4. Grebeg Suro Majapahit

Setiap awal bulan Suro, Trowulan, Mojokerto, menjadi tuan rumah dari perayaan budaya Grebeg Suro Majapahit, sebuah tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Perayaan ini dimulai dengan pembacaan Macapat, syair-syair tradisional Jawa yang dilantunkan oleh para seniman, baik tua maupun muda.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Tempat Nongkrong dan Ngopi Saat Libura di Trawas Mojokerto

Setelah pembacaan Macapat, pertunjukan wayang kulit mengisi acara sebelum dilanjutkan dengan ritual yang dipimpin oleh para sesepuh menuju situs-situs peninggalan Kerajaan Majapahit.

Grebeg Suro Majapahit tidak hanya menjadi atraksi wisata budaya yang menarik, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur dan penghormatan masyarakat Mojokerto terhadap warisan leluhur.

5. Tari Mayang Rontek

Tari Mayang Rontek merupakan tarian tradisional khas Mojokerto yang sering ditampilkan dalam prosesi adat pengantin Mojoputri.

Tarian ini ditarikan oleh remaja putri sebagai simbol dari mempelai perempuan, dan dapat dibawakan baik secara tunggal maupun berkelompok.

Busana penari Mayang Rontek menunjukkan pengaruh dari budaya Islam, dengan kostum yang lebih tertutup.

Nama Mayang Rontek berasal dari dua kata, “Mayang” yang berarti tongkol bunga, dan “Rontek” yang berarti hiasan rumbai-rumbai di atas tombak.

Baca Juga: Menyingkap Keseruan Wisata Oyiend Coffe, Ngopi Santai Enak Ditengah Hulan Pinus Tarwas Mojokerto

Tarian ini melambangkan keindahan dan kesucian dalam prosesi pernikahan, dan menjadi bagian penting dari budaya lokal yang terus dijaga dan dilestarikan di Mojokerto.

Kekayaan kesenian tradisional di Mojokerto tidak hanya menjadi cerminan kearifan lokal, tetapi juga berfungsi sebagai daya tarik wisata budaya yang unik.

Setiap kesenian memiliki nilai historis, spiritual, dan sosial yang dalam, memberikan pengalaman yang otentik bagi wisatawan yang ingin memahami lebih dekat budaya Jawa Timur.

Dari Bantengan yang magis hingga Tari Mayang Rontek yang anggun, semua kesenian ini menjadi bagian integral dari identitas Mojokerto yang patut dibanggakan dan dijaga keberlangsungannya.

Editor : Amin Basiri
#wisata #mojokerto #kesenian #wisata mojokerto