Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pesona Keajaiban Alam di Curug Lawe Benowo: Destinasi Wisata yang Memikat dengan Dua Air Terjun Menawan di Kalisidi

Fadila An Naila • Jumat, 20 September 2024 | 08:58 WIB

Curug Lawe, Semarang
Curug Lawe, Semarang

RadarMadura.id - Di tengah lebatnya hutan di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, tersembunyi sebuah tempat yang seolah memanggil jiwa-jiwa petualang.

Namanya Curug Lawe Benowo Kalisidi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan CLBK. Meski tersembunyi, keindahan alam yang memanjakan mata di lokasi ini tidak lagi menjadi rahasia bagi para pencinta alam.

Sejak pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 2007, CLBK telah menjadi magnet bagi wisatawan yang haus akan keajaiban alam yang masih asri.

Perjalanan menuju CLBK dimulai dari gerbang masuk, di mana pengunjung disambut dengan udara pegunungan yang sejuk.

Jalur setapak membawa mereka melewati pepohonan rindang yang menjulang tinggi, serta sungai-sungai kecil yang menambah suasana alami.

Langkah demi langkah, suara gemericik air mulai terdengar di kejauhan, seolah memberikan semangat pada setiap langkah kaki.

Waktu tempuh sekitar 40 menit menuju air terjun ini terasa ringan, seakan alam di sepanjang perjalanan berusaha menyapa dan menenangkan jiwa.

Tiba di lokasi, pemandangan yang tersaji sungguh luar biasa. CLBK bukanlah satu air terjun, melainkan dua—Curug Lawe dan Curug Benowo.

Dua aliran air yang jatuh dari ketinggian, masing-masing dengan karakter yang berbeda, namun sama-sama menawarkan pesona yang memikat.

Nama CLBK sendiri merupakan singkatan yang dibuat oleh penduduk setempat, sebagai cara praktis menggabungkan kedua air terjun yang dapat dinikmati pengunjung tanpa harus membeli tiket terpisah.

Curug Lawe, yang menjadi primadona di antara keduanya, memiliki ciri khas aliran air yang melingkar lembut di sekitar tebing batu. Nama "Lawe" berasal dari bahasa Jawa, yang berarti dua puluh lima, sesuai dengan jumlah pancuran air yang mengalir dari atas tebing.

Pancuran air ini menciptakan sensasi yang sejuk dan menenangkan saat dilihat, seolah memberikan kedamaian pada siapa pun yang berada di bawahnya.

Rutenya yang lebih landai juga membuat Curug Lawe menjadi favorit para wisatawan, terutama bagi mereka yang tidak ingin bersusah payah menaklukkan medan yang terjal.

Namun, bagi mereka yang mencari tantangan lebih, Curug Benowo menawarkan sensasi berbeda. Dengan aliran air yang terjun bebas dari ketinggian, air terjun ini menyajikan pemandangan yang lebih dramatis.

Jalur menuju Curug Benowo cukup menantang, dengan tanjakan yang curam dan medan yang berbatu. Meskipun demikian, bagi sebagian orang, perjuangan untuk mencapai Curug Benowo adalah bagian dari pesonanya.

Keheningan yang ditawarkan oleh air terjun ini menjadi hadiah tersendiri bagi mereka yang berhasil sampai.

Di antara kedua curug, pengunjung dapat menikmati suasana alam yang masih sangat alami. Tebing-tebing tinggi yang diselimuti dedaunan hijau memberikan nuansa hutan yang menenangkan.

Udara yang sejuk dan segar membuat siapa pun betah berlama-lama menikmati keindahan alam ini. Suara gemuruh air yang jatuh dan nyanyian burung-burung hutan semakin memperkaya pengalaman berada di alam terbuka.

Bagi yang ingin merasakan segarnya air pegunungan, tak ada yang lebih menyenangkan selain berendam di kolam alami yang terbentuk di bawah air terjun. Air yang jernih dan dingin seolah menghapus penat dan lelah perjalanan.

Selain itu, area sekitar curug ini juga menyediakan banyak spot yang sempurna untuk berfoto. Setiap sudutnya seolah menjadi bingkai foto alami yang memukau.

Namun, keindahan ini harus dijaga. Pengelola CLBK sangat memperhatikan kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Di sepanjang jalur menuju curug, pengunjung akan menemukan papan-papan peringatan yang mengingatkan mereka untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Upaya ini dilakukan demi memastikan bahwa CLBK tetap asri dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Curug Lawe Benowo buka setiap hari dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 14.00 siang sebagai batas terakhir masuk. Tiket masuknya sangat terjangkau, hanya Rp 11.000 per orang.

Dengan harga tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati dua air terjun sekaligus sebuah nilai yang luar biasa untuk pengalaman seindah ini.

Menjelajahi Curug Lawe Benowo bukan sekadar menikmati keindahan alam, melainkan juga menemukan ketenangan dalam kesederhanaan alam.

Setiap langkah yang diambil menuju curug seakan membawa pengunjung lebih dekat dengan keajaiban alam yang masih murni.

Di sini, di balik gemuruh air terjun dan kesunyian hutan, setiap pengunjung akan menemukan sepotong keindahan yang tak terlupakan. (fadila)

Editor : Fadila An Naila
#Curug Lawe #wisata alam #Curug Benowo #clbk #semarang #wisata Semarang #Curug Lawe Benowo Kalisidi