Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Menyibak Misteri Betoh Labeng, Batu Purba di Bondowoso yang Digunakan untuk Meramal Perubahan Musim oleh Petani Lokal

Fadila An Naila • Jumat, 13 September 2024 | 16:40 WIB

Betoh Labeng, Bondowoso
Betoh Labeng, Bondowoso

RadarMadura.id - Di Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, Bondowoso, ada peninggalan zaman dulu yang menyimpan cerita misteri sekaligus daya tarik tersendiri. Namanya Betoh Labeng, yang dari bahasa Madura artinya "Batu Pintu".

Batu besar ini punya bentuk unik, mirip pintu dengan celah di tengahnya, bikin banyak orang penasaran. Selain karena bentuknya, batu ini juga jadi perhatian karena fungsi praktisnya buat penduduk setempat.

Betoh Labeng bukan sekadar batu biasa. Dengan ukuran panjang sekitar 8 meter, lebar 5 meter, dan tinggi antara 7-8 meter, batu ini membentuk gerbang alami yang kokoh, meski terdiri dari beberapa batu yang disusun tanpa perekat.

Keunikan lainnya adalah celah di tengah batu yang punya makna penting bagi warga sekitar, terutama petani tembakau.

Batu ini jadi penunjuk musim kemarau. Caranya, petani berdiri di depan batu pas matahari terbit. Kalau cahaya matahari berhasil tembus celah batu, itu jadi tanda kalau musim kemarau bakal segera datang.

Buat petani, ini penting karena mereka bisa tahu kapan waktu yang tepat buat mulai menanam tembakau, tanaman yang butuh cuaca kering.

Selain sebagai penanda musim, Betoh Labeng juga punya nilai sejarah yang nggak kalah menarik. Batu ini adalah salah satu peninggalan dari zaman megalitikum, zaman di mana manusia dulu pakai batu-batu besar buat berbagai keperluan.

Batu ini mungkin dulu dipakai buat tempat pemujaan, tanda batas wilayah, atau bahkan kuburan buat orang-orang penting.

Jadi, batu ini bukan cuma penunjuk musim, tapi juga saksi bisu kehidupan manusia zaman dulu yang punya hubungan erat sama alam.

Selain sejarahnya yang menarik, Betoh Labeng juga menawarkan pemandangan alam yang indah.

Terletak di tengah perbukitan dengan latar belakang sawah terasering, tempat ini jadi destinasi yang menarik buat kamu yang suka wisata alam atau sejarah.

Akses ke lokasi ini juga nggak terlalu susah, walaupun ada sedikit jalan menanjak buat sampai ke batu tersebut. Tapi, pemandangan di sepanjang jalan bikin usaha itu sepadan.

Buat orang yang suka ketenangan, Betoh Labeng juga dikenal sebagai tempat meditasi di masa lalu. Ada cerita kalau dulu batu ini dipakai oleh para pertapa yang mencari ketenangan di tengah alam.

Aura spiritual dari batu ini masih terasa sampai sekarang, bikin suasana di sekitarnya tenang dan damai.

Datang ke Betoh Labeng nggak cuma buat belajar tentang sejarah, tapi juga menikmati keindahan alam yang bikin hati tenang.

Buat kamu yang penasaran dengan peninggalan masa lalu atau sekadar ingin menikmati pemandangan perbukitan, Betoh Labeng di Bondowoso bisa jadi pilihan yang pas.

Di balik celah misterius batu ini, ada cerita-cerita tentang kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kalau main ke Bondowoso, jangan lupa mampir ke Betoh Labeng. Batu purba ini sudah ada sejak zaman megalitikum dan menjadi saksi bagaimana manusia zaman dulu memanfaatkan alam untuk memahami perubahan musim dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Di sini, kita bisa merasakan bagaimana manusia zaman dulu menjalin hubungan erat dengan alam dan menggunakan kearifan lokal untuk bertahan hidup di tengah tantangan alam. (fadila)

Editor : Fadila An Naila
#Batu peramal musim #Batu peninggalan zaman megalitikum #bondowoso #wisata bondowoso #Betoh Labeng #Betoh Labeng Bondowoso