Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Selandia Barunya Indonesia Ada di Mojokerto, Inilah Wisata yang Wajib Dikunjungi!

Hasan Bashri • Minggu, 8 September 2024 | 00:58 WIB

Potret Ranu Manduro Mojokerto, Jurrasic Park-nya Jawa Timur
Potret Ranu Manduro Mojokerto, Jurrasic Park-nya Jawa Timur

RadarMadura.id — Pernah bermimpi menikmati pemandangan Selandia Baru yang hijau nan memukau?

Kini, Anda tak perlu jauh-jauh ke sana! Di Mojokerto, Jawa Timur, ada sebuah tempat wisata alam yang tak kalah indahnya, yakni Ranu Manduro.

Destinasi wisata yang sempat viral ini menawarkan lanskap luar biasa yang siap memanjakan mata Anda.

Yuk, simak lebih lanjut apa saja daya tarik Ranu Manduro dan kenapa Anda harus segera berkunjung!

Akses Menuju Ranu Manduro: Perjalanan Petualangan yang Seru

Terletak di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Ranu Manduro hanya berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Mojokerto. Perjalanan sekitar satu jam ini penuh dengan pemandangan alam yang menarik, meski akses jalannya belum sepenuhnya baik.

Anda akan melewati jalanan beraspal yang kemudian berubah menjadi jalan berpasir saat mendekati lokasi.

Meskipun jalurnya menantang, baik sepeda motor maupun mobil bisa melewati jalan ini tanpa kesulitan.

Selain itu, lahan parkir yang luas di area tersebut memungkinkan pengunjung memarkir kendaraan dengan mudah.

Namun, ingatlah bahwa fasilitas parkir resmi masih belum tersedia, sehingga Anda perlu memanfaatkan lahan terbuka yang disediakan warga setempat.

Viral karena Keindahannya yang Mirip Selandia Baru

Siapa sangka, Ranu Manduro awalnya hanyalah sebuah bekas tambang galian C yang kini telah bertransformasi menjadi tempat wisata hits. Ketika hujan turun, area bekas tambang ini dipenuhi rerumputan hijau yang luas, menyerupai padang rumput.

Tidak hanya itu, terdapat juga bekas galian tambang yang kini terisi air hujan dan membentuk danau alami.

Pemandangan ini begitu memikat, hingga membuat banyak orang menyebutnya sebagai versi mini Selandia Baru di Mojokerto.

Pesona Ranu Manduro semakin viral di media sosial pada awal 2019, terutama di Twitter. Lanskap padang rumput hijau yang dibingkai oleh Gunung Penanggungan menciptakan pemandangan yang luar biasa dan sangat instagrammable.

Tak hanya di musim hujan, di musim kemarau pun, tempat ini menawarkan keunikan tersendiri dengan area yang menyerupai padang pasir.

Tak heran jika Ranu Manduro menjadi primadona wisata baru, terutama bagi para pecinta fotografi dan pemburu konten media sosial.

Tiket Masuk yang Fluktuatif: Liburan Hemat di Alam Terbuka

Menariknya, Ranu Manduro masih dikelola secara mandiri oleh warga setempat dan belum tercatat sebagai destinasi wisata resmi.

Hal ini menyebabkan harga tiket masuk bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi dan jumlah pengunjung. Di hari biasa, Anda hanya perlu membayar Rp5.000 per orang, ditambah Rp2.000 untuk parkir sepeda motor.

Namun, saat akhir pekan atau liburan, harga bisa naik menjadi sekitar Rp17.000 per orang. Tiket masuk ini diatur oleh beberapa pos penjagaan yang didirikan oleh warga setempat.

Meski begitu, biaya yang dikeluarkan masih sangat terjangkau untuk menikmati keindahan alam yang ditawarkan.

Tantangan Kebersihan di Tengah Popularitas

Sayangnya, seiring dengan lonjakan pengunjung, muncul permasalahan yang cukup mengganggu, yaitu sampah. Banyak pengunjung yang kurang bertanggung jawab meninggalkan sampah, terutama bungkus makanan, berserakan di sekitar area wisata.

Sampah-sampah ini tentu saja merusak keindahan alam yang begitu mempesona.

Kondisi ini sangat disayangkan, mengingat potensi wisata Ranu Manduro yang begitu besar. Diharapkan, baik pengunjung maupun warga setempat dapat bekerja sama menjaga kebersihan dan keasrian tempat ini.

Fasilitas dasar seperti tempat sampah dan toilet juga perlu segera disediakan untuk mendukung kenyamanan pengunjung.

Penutupan Sementara: Wisata Alam yang Masih Diperjuangkan

Menariknya, Ranu Manduro sempat ditutup oleh pemilik lahan, PT. Wirabumi, pada Februari 2020. Meskipun begitu, penutupan ini tidak diiringi dengan penjagaan yang ketat, sehingga masih banyak wisatawan yang nekat berkunjung.

Pemandangan indah yang ditawarkan seolah terlalu sulit untuk dilewatkan, terutama di akhir pekan ketika pengunjung semakin membludak.

Ranu Manduro: “New Zealand van Java” yang Memukau

Ranu Manduro adalah destinasi wisata yang menggabungkan pesona alam, tantangan petualangan, dan keunikan tempat yang jarang ditemukan di tempat lain.

Bagi Anda yang mencari pengalaman wisata berbeda dengan budget terjangkau, Ranu Manduro adalah pilihan tepat. Jangan lupa, saat berkunjung, selalu jaga kebersihan dan kelestarian alamnya agar tempat ini tetap indah dan nyaman untuk dinikmati banyak orang. Tertarik mengunjungi "New Zealand van Java"? (hasan) 

Editor : Hasan Bashri
#destinasi #wisata #seru #Ranu Manduro #viral #alam #mojokerto