RadarMadura.id — Bogor, kota yang dikenal dengan julukan Kota Hujan, bukan hanya menawarkan keindahan alam dan udara sejuk.
Bagi para pecinta horor, Bogor juga menyimpan tempat-tempat angker yang sarat dengan cerita mistis dan penuh misteri.
Jika Anda berani, berikut enam tempat angker di Bogor yang menanti untuk dijelajahi.
Gunung Salak: Misteri yang Tersembunyi di Ketinggian
Gunung Salak, dengan keindahan alam yang memukau, menyimpan banyak kisah seram. Sudah menjadi rahasia umum bahwa gunung ini sering kali menelan korban jiwa.
Banyak pendaki yang hilang dan meninggal dunia karena cuaca buruk, kekurangan bekal, atau gas beracun di Kawah Ratu.
Namun, yang membuat Gunung Salak semakin angker adalah kepercayaan bahwa gunung ini dijaga oleh roh Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dan berbagai entitas mistis lainnya.
Tragedi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 pada tahun 2012 yang menewaskan banyak orang hanya menambah kesan seram gunung ini.
Jangan heran jika Anda mendengar suara gamelan Sunda atau jeritan wanita di malam hari.
Bioskop Tua di Citeureup: Hiburan Berubah Menjadi Horor
Di Citeureup, terdapat sebuah bioskop tua yang kini dikenal sebagai tempat angker. Bioskop Atoom yang dulunya ramai pengunjung, terpaksa tutup pada tahun 1998 akibat krisis moneter.
Sejak saat itu, berbagai cerita mistis mulai bermunculan. Penampakan noni Belanda, segerombolan tuyul, hingga sundel bolong sering kali dilaporkan.
Kisah seorang gadis yang meninggal karena aborsi di toilet bioskop semakin memperkuat reputasi angker tempat ini. Artis indigo, Sara Wijayanto, pernah mengonfirmasi bahwa banyak penghuni gaib di bioskop ini, termasuk sundel bolong dan nenek tua berwajah menyeramkan.
Baca Juga: Banyumas: Di Balik Keindahan Alam, Tersimpan Kisah Misteri yang Menggugah Nyali
Terowongan Kereta Paledang: Jejak Tragedi di Lorong Kegelapan
Terowongan kereta Paledang, yang tampak biasa saja dari luar, sebenarnya menyimpan cerita seram. Pada tahun 2000, terowongan ini menjadi saksi bisu kecelakaan tragis yang menewaskan 12 siswa pramuka.
Mereka duduk di atas atap kereta dan tidak menyadari adanya terowongan ini, sehingga kepala mereka terbentur dan tubuh mereka jatuh serta terlindas kereta.
Sejak kejadian itu, cerita tentang hantu tubuh tanpa kepala yang berkeliaran di sekitar terowongan mulai bermunculan. Warga sekitar juga sering mendengar suara rintihan dan jeritan di malam hari.
Makam Belanda di Kebun Raya Bogor: Keangkeran di Tengah Keindahan
Di balik keindahan Kebun Raya Bogor, tersembunyi sebuah makam Belanda yang sudah ada sejak sebelum kebun raya ini didirikan. Makam ini menampung sekitar 42 nisan, empat di antaranya tanpa identitas.
Berbagai penampakan sering terlihat di sini, mulai dari kucing yang berubah menjadi harimau, wanita berambut panjang, hingga pria berbulu lebat. Suara-suara aneh juga sering terdengar dari area pemakaman ini, menambah kesan mistis yang mengelilinginya.
Hutan Cifor: Saksi Bisikan Kematian
Hutan Cifor bukan hanya tempat penelitian, tetapi juga lokasi yang terkenal dengan cerita mistisnya. Dulu, hutan ini sering menjadi tempat pembuangan mayat oleh para pembegal.
Penduduk setempat sering melaporkan penampakan sosok berkepala besar, setan helm yang kepalanya putus, pocong, kuntilanak merah, dan kera putih penjaga makam keramat.
Suara lonceng yang konon berasal dari kereta kencana yang melintasi hutan di malam hari juga sering terdengar.
Gua di Desa Lulut: Kisah Menyeramkan dari Masa Lalu
Gua di Desa Lulut, yang terletak di kawasan Gunung Putri, dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian dari kejaran pasukan Belanda. Banyak yang meninggal di dalam gua ini karena kelaparan dan sakit.
Suasana gelap dan pengap gua ini sering kali diiringi dengan suara-suara rintihan. Penampakan wanita berambut berantakan sering muncul di dalam gua ini.
Gua ini juga dikenal sebagai tempat pesugihan, yang menambah kesan seram bagi siapa pun yang berani memasukinya.
Dengan berbagai cerita misterius yang menyelimuti tempat-tempat ini, Bogor menawarkan pengalaman unik yang menggabungkan keindahan alam dan sensasi horor.
Siapkah Anda menguji nyali dan menjelajahi keangkeran di Kota Hujan?
Editor : Hasan Bashri