RadarMadura.id— Situ Wanayasa, sebuah persembunyian alami yang tenang, hanya sejauh langkah dari hiruk pikuk Kota Purwakarta, menawarkan pelarian sempurna bagi pencinta alam dan petualang.
Terletak di lembah Desa Wanasari, danau seluas 7 hektar ini menjadi oasis kedamaian dengan udara pegunungan yang menyegarkan, memancarkan keajaiban alam tak tersentuh di balik panorama gagah Gunung Burangrang.
Para pengunjung tidak hanya dapat menikmati kekayaan ikan yang melimpah untuk para pemancing, tetapi juga merasakan ketenangan yang dihadirkan oleh pemandangan alam yang menakjubkan.
Namun, daya tarik Situ Wanayasa tidak berhenti di sini. Di tengah danau, sebuah pulau kecil menjadi tempat peristirahatan terakhir RA Suriawinata, tokoh bersejarah Purwakarta yang makamnya menjadi saksi bisu sejarah serta menambah daya tarik danau ini.
Ketika senja mulai menyapa, danau ini berubah menjadi lukisan warna-warni senja yang memukau, dengan jembatan bambu yang menjadi favorit para fotografer.
Bagi keluarga yang berkunjung, perahu bebek siap mengajak berkeliling danau, menambah keseruan petualangan mereka.
Setelah lelah menjelajah, pengunjung dapat menikmati aneka kuliner lokal yang lezat di sejumlah rumah makan dan kedai kopi yang tersebar di sekitar danau.
Dengan tiket masuk yang terjangkau, hanya Rp5000 per orang, Situ Wanayasa tidak hanya menjadi destinasi wisata yang populer di Purwakarta, tetapi juga simbol keharmonisan antara alam dan sejarah yang patut dijaga dan dihargai oleh generasi masa depan. (fadila)
Editor : Fadila An Naila