Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Misteri Gunung Kawi, Tempat Pesugihan yang Dipercaya Membuat Kaya 7 Turunan

Hasan Bashri • Selasa, 25 Juni 2024 | 04:05 WIB
Keangkeran Gunung Kawi
Keangkeran Gunung Kawi

RadarMadura.id - Gunung Kawi, sebuah gunung api tidak aktif yang terletak di Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, seringkali dikaitkan dengan berbagai hal mistis dan mitos.

Kisah-kisah misteri serta praktik pesugihan untuk mencari kekayaan lewat jalan pintas menjadikan tempat ini begitu terkenal. Banyak peziarah yang datang untuk melakukan berbagai ritual mistis dengan harapan mendapatkan kekayaan yang berlimpah.

Salah satu spot yang paling banyak dikunjungi adalah Pasarean atau pemakaman yang dikeramatkan di Gunung Kawi.

Pendopo Gunung Kawi dan Sejarah Eyang Jugo

Kisah tentang Gunung Kawi tidak bisa dilepaskan dari sosok Eyang Jugo, atau Kiai Zakaria II. Eyang Jugo adalah pria keturunan Tionghoa yang juga kerabat dari Keraton Kertosuro.

Pada masa perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah Belanda, Eyang Jugo dikenal sebagai salah satu tokoh yang membantu perjuangan tersebut.

Setelah Pangeran Diponegoro tertangkap, Eyang Jugo mengembara hingga tiba di Kesamben, Blitar. Pada waktu itu, desa Kesamben dilanda wabah penyakit.

Dengan kemampuan penyembuhan yang dimiliki, Eyang Jugo berhasil mengatasi wabah tersebut sehingga ia diizinkan untuk tinggal dan diberikan sebidang lahan sawah. Lahan tersebut kemudian digunakan oleh Eyang Jugo untuk mendirikan padepokan sebagai jalan dakwahnya.

Seorang teman akrab Eyang Jugo, Iman Soedjono, yang juga merupakan putra dari Kanjeng Sinuhun Hamengku Buwono I, ikut bergabung dan tinggal di padepokan tersebut. Iman Soedjono memilih untuk lengser keprabon akibat perjuangannya melawan penjajah Belanda.

Menjelang akhir hayatnya, Eyang Jugo meminta untuk dimakamkan di Wonosari, Kabupaten Malang.

Tempat ini kini dikenal dengan Pesarean Gunung Kawi. Tidak lama setelah kematian Eyang Jugo, Iman Soedjono juga meninggal dan dimakamkan di komplek yang sama. Makam tersebut kemudian menjadi tujuan ziarah yang dikenal dengan nama Pesarean Gunung Kawi.

Tempat Pesugihan di Gunung Kawi

Terlepas dari kesuburan Gunung Kawi, banyak orang yang datang untuk melakukan ritual pesugihan dengan harapan mendapatkan kekayaan dalam waktu singkat. Beberapa tempat di area ini diyakini dapat menghasilkan kekayaan secara mudah. Berikut beberapa tempat yang paling dikenal:

  1. Pohon Dawandru: Pohon ini tumbuh di area makam dan dipercaya ditanam oleh Eyang Jugo. Banyak orang yang meyakini bahwa menyimpan dahan, buah, atau batang pohon yang jatuh dapat menambah kekayaan mereka.

  2. Petilasan Prabu Sri Kameswara: Tidak jauh dari makam Eyang Jugo, terdapat kraton yang konon pernah digunakan oleh Prabu Sri Kameswara untuk bertapa. Setelah bertapa di tempat ini, sang Prabu dikabarkan mampu menyelesaikan masalah politik di kerajaannya.

  3. Air Bertuah: Di kawasan ini juga terdapat kendi berisi air bertuah yang dipercaya sebagai tetesan air zam-zam. Air ini diyakini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Kepercayaan dan Realita

Meskipun banyak orang yang percaya pada kekuatan mistis dan pesugihan di Gunung Kawi, penting untuk diingat bahwa usaha dan kerja keras adalah kunci utama dalam meraih kesuksesan dan kekayaan. Terlepas dari berbagai kisah dan mitos yang berkembang, mencari kekayaan melalui jalan pintas seperti pesugihan tidak selalu berujung baik.

Lebih baik jika kita bekerja keras dan berusaha dengan cara yang benar untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Gunung Kawi tetap menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi, baik untuk tujuan ziarah maupun sekadar ingin mengetahui lebih jauh tentang sejarah dan kisah-kisah mistis yang menyelimutinya. (hasan)

Editor : Hasan Bashri
#angker #destinasi #misteri #wisata #gunung kawi #pesugihan