RadarMadura.id - Madura, pulau yang terkenal dengan kebudayaannya yang kaya dan unik, juga menyimpan beragam kuliner lezat yang siap menggoyang lidah para penikmat makanan. Salah satu kabupaten di Madura yang menjadi pusat kuliner adalah Kabupaten Bangkalan.
Terletak di ujung barat Madura, Bangkalan menyajikan berbagai makanan khas yang memukau.
Apalagi sejak diresmikannya Jembatan Suramadu, akses ke Bangkalan semakin mudah dan membuatnya menjadi gerbang utama menuju Madura.
Berikut adalah tujuh kuliner khas Bangkalan yang wajib Anda coba saat berkunjung.
1. Tajin Sobih Bangkalan
Tajin Sobih mungkin sekilas terlihat seperti bubur biasa, namun makanan ini memiliki keunikan tersendiri.
Disajikan di atas daun pisang yang dibentuk seperti kerucut, Tajin Sobih diberi cairan gula merah di atasnya yang memberikan rasa manis dan khas.
Meskipun tampak sederhana, rasanya yang lezat akan membuat Anda ketagihan. Kuliner ini hanya bisa ditemukan di Bangkalan, tepatnya di Jalan RE. Martadinata 24 Bangkalan. Bagi Anda yang penasaran, tempat ini wajib dikunjungi.
2. Kaldu Kokot
Nama Kaldu Kokot mungkin terdengar asing bagi banyak orang. Namun, setelah mencobanya, Anda akan mengerti mengapa makanan ini menjadi favorit di Bangkalan.
Berbeda dengan sop pada umumnya, kuah Kaldu Kokot terbuat dari olahan kacang hijau dan rempah-rempah yang kuat. Potongan kikil yang ditambahkan ke dalam kuah membuatnya semakin lezat.
Makanan ini disajikan dengan sambal petis dan kacang ulek, memberikan sensasi rasa yang tak terlupakan. Anda bisa menikmatinya di Jalan Arif Rahman No. 13, Bangkalan Timur.
3. Nasi Serpang Bangkalan
Nasi Serpang merupakan sajian istimewa yang menggabungkan berbagai lauk pauk seperti ikan, bihun, daging, telur, dan kerupuk rambak yang dibumbui seperti bumbu rujak.
Kerupuk rambak inilah yang memberikan cita rasa khas pada Nasi Serpang.
Makanan ini diolah dengan bumbu yang kaya akan rempah-rempah, sehingga setiap suapan menghadirkan cita rasa kuliner Indonesia yang otentik. Untuk mencobanya, kunjungi Jl. Panglima Sudirman, Bangkalan.
4. Soto Mata Sapi
Soto Mata Sapi merupakan kuliner yang cukup ekstrim namun patut dicoba bagi pecinta kuliner unik.
Makanan ini menggunakan mata sapi utuh yang masih terbungkus tulang sebagai bahan utamanya. Kuahnya dibumbui secara khas dan disajikan dengan potongan daging lainnya.
Meskipun namanya mungkin mengerikan, rasanya sangat lezat dan unik, terutama saat disantap hangat-hangat dengan sambal. Soto ini bisa Anda temukan di Jalan Raya Burneh, Bangkalan.
5. Bebek Sinjay
Bebek Sinjay adalah salah satu kuliner yang paling diincar wisatawan di Bangkalan.
Bebek ini memiliki daging yang gurih dan kenyal, disajikan dengan nasi putih hangat dan sambal pencit.
Sambal pencit inilah yang menjadi ciri khas Bebek Sinjay, dibuat dari bahan-bahan berkualitas yang memberikan rasa pedas dan lezat. Lokasi Bebek Sinjay ada di Jalan Raya Ketengan No. 45, Bangkalan. Makanan ini juga sangat disukai oleh penduduk lokal.
6. Sate Madura
Sate Madura dari Bangkalan memang sudah terkenal hingga ke seluruh Indonesia.
Sate ini khas dengan daging yang kenyal dan bertekstur, tanpa bumbu yang membalutnya, karena bumbunya sudah meresap ke dalam daging.
Tambahkan sambal untuk sensasi pedas yang lebih. Rasanya yang lezat membuat satu porsi sate terasa tidak cukup.
7. Topak Ladeh Bangkalan
Topak Ladeh adalah makanan dengan kuah kental berwarna merah yang terbuat dari santan kelapa berkualitas. Rasa gurih mendominasi makanan ini, dan sudah lama menjadi favorit wisatawan.
Disajikan dengan lontong atau ketupat yang sudah dipotong, dilengkapi dengan sayur, daging, dan kerupuk. Rasa pedas dan gurihnya sangat khas dan membuat Anda ingin kembali lagi ke Bangkalan. Makanan ini bisa Anda temukan di Pasar Senen Bangkalan.
Dengan keunikan dan kelezatannya, kuliner Bangkalan Madura tidak hanya memuaskan perut tetapi juga memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Jadi, jangan lupa untuk memasukkan Madura, khususnya Bangkalan, ke dalam rencana liburan Anda. Nikmati berbagai sajian lezat ini bersama keluarga dan teman, dan rasakan sensasi kuliner yang berbeda. (hasan)
Editor : Hasan Bashri