RadarMadura.id— Di tengah hamparan alam Jawa Timur, tersembunyi sebuah permata wisata yang tak hanya memukau mata namun juga menyimpan kisah-kisah mistis yang melegenda.
Air Terjun Sedudo, yang terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, merupakan destinasi yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan alam yang menakjubkan.
Dengan ketinggian mencapai 105 meter, Air Terjun Sedudo menjadi saksi bisu peradaban Majapahit yang masih hidup dalam mitos dan ritual yang diwariskan turun-temurun.
Menurut kepercayaan setempat, mandi di bawah guyuran air terjun ini pada bulan Sura akan memberikan berkah awet muda, sebuah tradisi yang telah berlangsung sejak era Majapahit.
Tidak hanya itu, Air Terjun Sedudo juga menjadi pusat perayaan Parna Prahista, sebuah upacara sakral yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Sura.
Dalam ritual ini, arca yang berada di dekat air terjun dibersihkan dengan air suci, dan sisa airnya disiramkan kepada keluarga untuk membawa keberkahan.
Kisah-kisah rakyat yang mengelilingi air terjun ini pun tak kalah menarik. Salah satunya adalah legenda dua pemuda yang patah hati dan berubah menjadi sosok yang nakal setelah gagal memenangkan hati seorang putri Kerajaan Kediri.
Kisah lain yang tak kalah menggugah adalah tentang Ki Ageng Ngliman, yang diyakini adalah Patih Gajah Mada yang mengasingkan diri setelah tragedi Perang Bubat.
Air Terjun Sedudo bukan sekadar tempat wisata, melainkan sebuah monumen hidup yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, mengajarkan kita tentang kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki Indonesia. (fadila)