RadarMadura.id— Kabupaten Karanganyar, yang sebagian wilayahnya berada di lereng Gunung Lawu, menyimpan pesona alam yang tak terhingga.
Salah satu objek wisata alam yang mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat luas adalah Air Terjun Pringgodani.
Tersembunyi di balik rimbun hutan, Air Terjun Pringgodani menghipnotis mata pengunjung dengan keindahan alam yang masih asri.
Berbeda dari air terjun lain di Tawangmangu, Pringgodani masih terbilang belum populer, sehingga keorisinilannya tetap terjaga.
Berikut beberapa fakta menarik tentang Air Terjun Pringgodani:
-
Lokasi dan Ketinggian:
- Terletak di Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
- Berada pada ketinggian 1.531 meter di atas permukaan laut (MDPL).
- Sayangnya, wisata ini tidak bisa diakses dengan kendaraan karena medan yang terjal dan licin.
-
Sejarah dan Mitos:
- Menurut keyakinan masyarakat setempat, air terjun ini merupakan tempat pertapaan Eyang Panembahan Kacanegara.
- Eyang Panembahan Kacanegara adalah tokoh penyebar agama Islam di Jawa.
- Ia bertapa di Pringgodani untuk memohon hidup kekal, menancapkan tongkatnya di tanah, namun keinginannya tidak terkabul.
- Tongkatnya konon berubah menjadi pohon dan dikenal dengan nama Kayu Lewung.
- Wisata ini juga memiliki mitos dan pantangan, seperti orang yang sengaja datang untuk meminta kenaikan jabatan.
-
Perjalanan Menuju Pringgodani:
- Mulailah perjalanan dari Terminal Tawangmangu menuju Desa Blumbang (jarak sekitar 4 kilometer).
- Selanjutnya, Anda harus berjalan kaki sekitar 1 hingga 2 kilometer untuk mencapai titik air terjun.
Jadi, bagi Anda yang ingin menikmati keindahan alam yang sakral dan mempelajari sejarah, Air Terjun Pringgodani adalah pilihan yang tepat.
Ingatlah untuk menghormati pantangan dan kepercayaan setempat saat berkunjung! (fadila)