RadarMadura.id — Di antara hiruk-pikuk kota Jogja yang ramai dengan kegiatan budaya dan pendidikan, ada sebuah tempat yang memancarkan ketenangan dan keindahan alam yang memesona: Bukit Panguk Kediwung.
Jika Anda mengira Jogja hanya tentang kraton dan universitas, maka Bukit Panguk akan mengubah perspektif Anda tentang kota ini.
Bukit Panguk Kediwung bukanlah destinasi wisata biasa.
Dibangun oleh semangat gotong royong masyarakat lokal dengan dukungan penuh dari pemerintah setempat, tempat ini muncul sebagai jawaban atas kebutuhan akan ruang hijau yang menyegarkan di tengah gemerlapnya kota.
Tapi, jangan salah sangka, bukan hanya kehijauan yang ditawarkan oleh Bukit Panguk.
Bagi para pencinta fotografi, Bukit Panguk adalah surga tersembunyi.
Dari puncaknya, Anda akan disuguhkan dengan panorama yang memukau: deretan bukit hijau yang terhampar luas, langit yang cerah, dan matahari yang mulai menampakkan diri di ufuk timur.
Tidak mengherankan jika banyak pengunjung yang rela bangun pagi-pagi buta hanya untuk menangkap keindahan sunrise di tempat ini.
Tak hanya indah secara visual, Bukit Panguk juga menawarkan pengalaman yang autentik.
Anda akan merasakan kedekatan dengan alam, terutama saat melintasi jalur pendakian yang menantang.
Meskipun aksesnya tidak semudah jalan tol, tapi setiap langkah yang diambil akan terbayar dengan keindahan yang luar biasa.
Yang menarik, meski menjadi salah satu destinasi wisata terbaru, Bukit Panguk tetap mempertahankan harga tiket masuk yang terjangkau.
Dengan hanya membayar Rp 2.500,- untuk tiket masuk dan Rp 2.000,- untuk parkir, Anda bisa menikmati semua keindahan alam dan fasilitas yang disediakan.
Jam buka yang panjang, mulai dari pukul 05.00 hingga 23.00, juga memberikan fleksibilitas bagi para pengunjung.
Jadi, jika Anda ingin mengalami sisi lain dari Jogja yang penuh kejutan, jangan ragu untuk mengunjungi Bukit Panguk Kediwung.
Rasakan kedamaian dan keindahan alam yang tiada tara, dan biarkan diri Anda terpesona oleh pesona magisnya.
Bukit Panguk Kediwung, tempat di mana keindahan alam dan petualangan bertemu dalam harmoni yang sempurna. (hasan)
Editor : Hasan Bashri