Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Menelusuri Misteri dan Sejarah Tempat di Surabaya Ini Bisa Bikin Merinding, Berani Coba?

Achmad Andrian F • Jumat, 3 Mei 2024 | 17:35 WIB
Jembatan Merah Surabaya (Tangkapan Layar Youtube Larasati Channel)
Jembatan Merah Surabaya (Tangkapan Layar Youtube Larasati Channel)

RadarMadura.id – Indonesia memiliki sejumlah jembatan bersejarah yang menghadirkan ribuan kisah menarik dan mistis.

Satu di antaranya adalah Jembatan Merah Surabaya, yang telah berdiri tegak sejak zaman dahulu, menyimpan banyak sejarah panjang dan misteri horor yang masih menjadi teka-teki hingga saat ini, walau begitu jembatan ini pernah memegang peran penting dalam sejarah Indonesia pada masa penjajahan.

Jembatan Merah Surabaya pertama kali dibangun berdasarkan kesepakatan antara Pakubowono II dari Mataram dan VOC pada tanggal 11 November 1743.

Perjanjian tersebut menyerahkan sejumlah wilayah pantai utara, termasuk Surabaya, kepada VOC, sehingga wilayah tersebut berada di bawah kendali kolonial Belanda.

Pada masa itu, jembatan ini menjadi pusat komersial dan satu-satunya penghubung antara Kalimas dan Gedung Residensi Surabaya.

Dengan demikian, Jembatan Merah Surabaya memiliki peranan krusial dan menjadi aset berharga dalam ekosistem perdagangan pada masa itu.

Secara tak langsung, keberadaan jembatan ini menjadi bukti kekuasaan Belanda di sebagian wilayah Surabaya.

Terlebih, Belanda pada saat itu mengklaim hak atas sejumlah wilayah pantai utara di Surabaya yang dianggap menguntungkan sebagai daerah komersial.

Bagi pemerintah Belanda, Surabaya merupakan kota pelabuhan yang memiliki potensi besar dalam menghasilkan keuntungan, tak heran jika kota ini dijuluki sebagai kota dagang tersibuk yang dikuasai oleh para meneer.

Namun, catatan sejarah kelam terjadi pada 10 November 1945, ketika Jembatan Merah Surabaya menjadi medan pertempuran antara rakyat Surabaya dengan sekutu dan Belanda.

Para penguasa asing tersebut berusaha merebut kembali kendali atas Surabaya, meskipun Soekarno telah memproklamirkan kemerdekaan dua bulan sebelumnya.

Pertempuran yang dipimpin oleh Bung Tomo dan para pejuang Surabaya berlangsung sengit, meskipun tidak ada gas air mata yang digunakan oleh pihak penjajah.

Berhasilnya Indonesia mengalahkan pasukan asing secara strategis, psikologis, dan politis tanpa memerlukan tindakan kekerasan yang berlebihan, menandai keberanian dan kegigihan para pejuang Indonesia.

Salah satu petinggi Belanda, Brigjen Mallaby, tewas ditembak oleh pejuang bernama Harun, dan hingga kini jasadnya belum ditemukan.

Setelah pertempuran, sungai di bawah jembatan berubah warna menjadi merah, bukan karena tumpahan cat partai, melainkan karena darah para pejuang yang mengorbankan nyawa mereka untuk Indonesia.

Mereka gugur dengan kehormatan, tanpa ada yang tahu keberadaan mereka melalui pesan "Halo, Dek!" yang biasa dikirimkan oleh pejuang kepada keluarga mereka di desa.

Perubahan warna sungai tersebut menjadi asal usul julukan Jembatan Merah, namun ada pula yang berpendapat bahwa nama Jembatan Merah berasal dari nama asli jembatan tersebut, yaitu "Roode Brug", yang berarti jembatan merah dalam bahasa Belanda.

Hingga kini, 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan di Indonesia, dengan dilakukannya berbagai renovasi, Jembatan Merah Surabaya kini menjadi salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Pahlawan.

Namun, jembatan ini masih menyimpan misteri yang belum terpecahkan dengan kisah horor.

Penduduk setempat sering mencium bau anyir di sekitar jembatan, tanpa diketahui asalnya, bahkan konon sering terlihat penampakan makhluk gaib yang berkeliaran di Jembatan Merah, serta terdengar suara-suara aneh.

Salah satu fenomena yang paling terkenal dan banyak dibahas adalah suara minta tolong yang terdengar di sekitar jembatan.

Menurut beberapa sumber, terkadang suara tersebut disertai dengan penampakan sosok yang meminta tolong.

Penduduk sekitar percaya bahwa mereka yang meminta tolong adalah para pejuang yang gugur dalam pertempuran Surabaya dan kehilangan bagian tubuh mereka.

Banyak orang yang mencoba menguji keberanian mereka dengan mengunjungi Jembatan Merah ini, namun seperti yang sudah diketahui belum ada yang dapat membuktikan kebenaran dari misteri-misteri tersebut.

Mungkin bau anyir tersebut berasal dari seseorang yang belum mandi, atau suara minta tolong itu berasal dari seseorang yang sedang mengalami masalah.

Demikianlah informasi tekait sejarah dan cerita kelam Jembatan Merah Surabaya. (andrian)

Editor : Achmad Andrian F
#misteri #horor #jembatan merah #sejarah #mistis #surabaya