Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pemkab Sumenep Pikat Pengunjung Wisata Pantai Lombang melalui Festival Ketupat Rato Plesiran 2024

Berta SL Danafia • Rabu, 17 April 2024 | 15:25 WIB
UNIK: Wabup Sumenep Dewi Khalifah didampingi Sekkab Edy Rasiyadi (berkacamata) melihat tumpeng ketupat di Festival Ketupat Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Selasa (16/4). (PROKOPIM SUMENEP)
UNIK: Wabup Sumenep Dewi Khalifah didampingi Sekkab Edy Rasiyadi (berkacamata) melihat tumpeng ketupat di Festival Ketupat Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Selasa (16/4). (PROKOPIM SUMENEP)

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemkab Sumenep menggelar Festival Ketupat Rato Plesiran 2024 di kawasan wisata Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Selasa (16/4).

Festival Ketupat Rato Plesiran 2024 ini diselenggarakan untuk meningkatkan kunjungan wisata di Pantai Lombang dan membantu pelaku UMKM setempat.

Event Festival Ketupat di Pantai Lombang ini dikemas dengan berbagai kegiatan. Di antaranya, kereta kencana yang diiringi panglima berkuda serta penari dan grup saronen.

Kemudian, dilanjutkan dengan prosesi topa’ lobar dan lomba membuat orong ketupat.

Kegiatan tersebut terlihat unik. Utamanya para tamu undangan dan peserta lomba yang membuat orong ketupat.

Sebab, mereka mengenakan pakaian adat Madura. Peserta laki-laki memakai sakera, sedangkan peserta perempuan mengenakan kostum marlena.

Kegiatan tersebut sontak membuat pengunjung objek wisata Pantai Lombang semakin membeludak.

ANTUSIAS: Sejumlah peserta lomba membuat orong ketupat pada Festival Ketupat Rato Plesiran 2024 di area wisata Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Selasa (16/4). (MOH IQBAL/JPRM)
ANTUSIAS: Sejumlah peserta lomba membuat orong ketupat pada Festival Ketupat Rato Plesiran 2024 di area wisata Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Selasa (16/4). (MOH IQBAL/JPRM)

Masyarakat banyak yang datang untuk menyaksikan festival tersebut sembari menikmati keindahan Pantai Lombang.

Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah mengatakan, festival ketupat dilaksanakan untuk merawat tradisi.

Utamanya berkenaan dengan cara membuat orong ketupat. Sebab, saat ini sudah jarang generasi muda yang bisa membuat orong ketupat.

Baca Juga: Wisata Mangrove Kedatim Sumenep Bertujuan untuk Pelestarian Lingkungan

”Sebab, anak muda sudah banyak yang tidak bisa membuat orong ketupat. Semoga dengan adanya festival ini, masyarakat tidak lupa cara membuat ketupat,” katanya.

Menurut dia, hari ketujuh setelah Hari Raya Idul Fitri biasanya masyarakat Sumenep memiliki tradisi membuat ketupat.

Kemudian, dimasak dan dimakan bersama sanak keluarga. Di antara tujuannya mempererat silaturahmi.

”Tradisi ini jangan sampai hilang karena termasuk budaya yang harus terus dijaga,” ucap tokoh yang akrab disapa Nyai Eva itu.

Nyai Eva mengungkapkan, banyak manfaat bisa dipetik melalui festival ketupat tersebut. Di antaranya, meningkatkan kunjungan wisata di Pantai Lombang.

Di sisi lain, membantu pelaku UMKM setempat. Oleh karena itu, festival seperti ini penting untuk terus dilaksanakan setiap tahun.

”Kegiatan ini untuk menarik wisatawan. Apalagi, banyak pelaku UMKM yang berjualan. Jadi sangat membantu pelaku UMKM yang berjualan,” imbuhnya. (iqb/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#sumenep #wisata #festival #ketupat #Pantai Lombang