RadarMadura.id— Di tengah-tengah keceriaan libur Lebaran, Kabupaten Wonosobo menghidupkan tradisi tahunannya dengan penyelenggaraan Festival Balon Wonosobo yang memasuki tahun kedua.
Selama sepuluh hari yang penuh warna, langit Wonosobo akan dihiasi oleh balon udara beraneka ragam, menciptakan pemandangan yang mengingatkan pada keindahan Cappadocia, Turkiye.
Dari tanggal 11 hingga 21 April 2024, festival ini akan menjadi pusat perhatian, dengan puncak acara yang meriah di Alun-alun Wonosobo.
Dilansir dari laman Visit Jawa Tengah “Festival balon merupakan event unggulan Wonosobo yang selalu digemari semua kalangan, baik masyarakat lokal maupun luar daerah,” ujar Sri Fatonah Werdiyati Ismangi dari Disparbud Wonosobo.
Jadwal festival yang padat menawarkan berbagai kegiatan yang tersebar di seluruh kabupaten, termasuk:
- Festival Balon Kembaran dan Karangluhur, yang akan mengawali perayaan.
- Festival Balon Semayu, Lamuk, dan Kaliasem, yang menjanjikan hiburan bagi keluarga.
- Festival Balon Jaraksari dan Mudal, yang akan memperkaya pengalaman dengan keunikan lokal.
- Festival Balon Reco dan Sambek, yang akan mengajak pengunjung dalam perjalanan warna dan kegembiraan.
- Festival Balon Anshor, yang akan diadakan di dua lokasi berbeda, menawarkan dua kali kesempatan untuk terpesona.
- Festival Balon Wringinanom, yang akan menjadi pendahulu bagi puncak festival yang spektakuler.
Pengunjung disarankan untuk tiba di lokasi sebelum fajar untuk menyaksikan balon-balon tersebut mengudara, sebuah pemandangan yang hanya bisa dinikmati hingga pukul 08.00 atau 09.00 WIB.
Meskipun balon-balon ini tidak dapat dinaiki, keindahan mereka dapat dinikmati dari bawah atau diabadikan dari langit dengan drone.
Festival Balon Wonosobo bukan hanya perayaan estetika, tetapi juga simbol dari semangat komunitas yang terbang tinggi, mengundang semua orang untuk menjadi bagian dari kisah warna yang menakjubkan ini. (fadila)