Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kaldu Khas Bangkalan Dimasak tanpa Minyak, Perpaduan Kokot dan Kacang Merah Bikin Tambah Nikmat

Hera Marylia Damayanti • Senin, 15 April 2024 | 12:55 WIB
TANPA MINYAK: Cita rasa kaldu kokot yang gurih dan hangat di tenggorokan menjadi hidangan yang ada saat kumpul keluarga Henni Febrina di rumah. (HERA MARYLIA DAMAYANTI/JPRM)
TANPA MINYAK: Cita rasa kaldu kokot yang gurih dan hangat di tenggorokan menjadi hidangan yang ada saat kumpul keluarga Henni Febrina di rumah. (HERA MARYLIA DAMAYANTI/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Momen Lebaran rasanya tidak afdal jika tidak berburu makanan khas daerah.

Sebab, makanan tradisional jarang dijumpai sebagian masyarakat Madura di perantauan. Seperti kaldu khas Bangkalan yang bisa melengkapi Lebaran.

Kuliner khas Bangkalan ini juga dikenal dengan sebutan kaldu kokot. Terdiri atas perpaduan rempah-rempah dengan kaki sapi.

Campuran kacang merah membuat cita rasa masakan ini menjadi lebih nikmat. Apalagi dimasak tanpa menggunakan minyak goreng.

Di Madura banyak vairan kaldu. Sumenep punya kaldu khas dengan bubur kacang hijau.

Sedangkan di Sampang kaldu kuah tanpa kacang hijau atau kacang merah, sama seperti kaldu pada umumnya.

Meski sama-sama bernama kaldu kokot, bahan dan sajiannya berbeda. Kaldu kokot khas Bangkalan ini bercirikan kacang merah dan wortel.

”Kaldu kokot ini hidangan yang bisa dinikmati ketika hari raya atau ketika ada acara keluarga,” jelas Henni Febrina, warga Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Kota Bangkalan, Selasa (2/4).

Untuk membuat kaldu kokot Bangkalan ini dibutuhkan beberapa bahan utama dan bumbu.

Bahan utama terdiri atas 1 kilogram kaki sapi atau kokot, setengah kilogram kacang merah (bisa diganti kacang hijau), dan dua buah wortel.

Sementara bumbu yang diperlukan, 7 siung bawang putih, 15 siung bawang merah, setengah sendok makan merica, 2 ruas jahe, setengah sendok makan garam, dan penyedap secukupnya.

Beberapa bumbu rajang juga perlu disiapkan, yakni 5 buah bawang pre, dan dua ikat bawang daun.

Kaldu kokot ini rasanya kurang maknyus jika tidak dilengkapi dengan persambalan.

Jika ingin mencoba, bisa ditambah dengan sambal ulek sebanyak 15–20 cabai rawit, garam secukupnya, dan perasan jeruk nipis.

KHAS: Sajian kaldu kokot yang bisa dinikmati dengan nasi atau lontong plus sambal. (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
KHAS: Sajian kaldu kokot yang bisa dinikmati dengan nasi atau lontong plus sambal. (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

”Setelah bumbu dan bahan utama lengkap, langsung proses masak,” lanjutnya.

Langkah pertama, rebus kokot atau kaki sapi ke dalam kuali sekitar 4–5 jam sampai daging benar-benar empuk.

Untuk menghilangkan bau, saat merebus kokot tambahkan daun jeruk dan serai.

Langkah kedua, cuci dan rebus kacang merah sekitar 1 jam atau hingga tekstur kacang empuk. Setelah itu tiriskan.

Langkah ketiga, haluskan semua bumbu yang sudah disiapkan, kecuali jahe bisa digeprek saja.

Setelah itu, ambil panci tuang 1–2  liter air. Kemudian, tambah lima centong kuah air kaldu.

Lalu rebus kembali kokot dan kacang merah hingga air mendidih. Setelah itu masukkan bumbu halus, jahe yang sudah digeprek, dan potongan wortel yang sudah dipotong.

Setelah semuanya dimasukkan, masak kurang lebih 20 menit. Jangan lupa taburkan potongan bawang daun, bawang pre, dan bawang goreng di atasnya.

Setelah masak, kaldu kokot sudah siap disajikan dengan nasi atau lontong sesuai dengan selera. Masyarakat yang suka dengan makanan pedas, bisa ditambah dengan sambal. (za/luq)

 Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kuliner #kaldu kokot #tanpa minyak #kaki sapi #kacang merah