BANGKALAN, RadarMadura.id – Kuliner Indonesia satu ini telah meluas di berbagai daerah dengan aroma kecapnya yang khas sate Madura.
Bahkan, baru-baru ini viral pedagang sate asal Kecamatan Socah, Bangkalan, berjualan sate di Sydney, Australia.
Madura tidak hanya memiliki sate yang dibakar dengan bumbu kecap dan dibaluri dengan bumbu kacang dan potongan bawang merah seperti sate lalat khas Pamekasan. Madura masih memiliki varian sate lodeh.
Sate lodeh berasal dari Kota Bangkalan. Dengan daging ayam atau sapi yang dibakar dengan bumbu lengkap dari berbagai rempah.
Misalnya bawang merah, bawang putih, cabai besar, kencur, laos, dan rempah lainnya.
Sate ini memiliki aroma bumbu yang menggugah selera. Warna satenya akan sedikit oranye dan kehitaman saat dibakar.
Tentu urusan rasa tidak kalah nikmat dari sate kecap pada umumnya.
Salah seorang pedagang Misriah menyampaikan, sate lodeh berbeda dengan sate pada umumnya. Sate ini memang hanya di Kabupaten Bangkalan. Jumlah penjual juga hanya sedikit.
”Ini sate khas Bangkalan asli, dari rasa dan warna berbeda dengan (sate) kecap yang lain,” katanya.
Sate merupakan daging yang dipotong dadu atau pipih yang ditusuk dengan bilah bambu.
Biasanya sate ini ditemukan di pedagang kaki lima (PKL) menjelang malam. Berbeda dengan sate lodeh yang mudah ditemui pagi atau siang.
”Kalau saya lumrahnya berjualan di siang hari dan jarang kalau malam hari,” ucapnya.
Sate lodeh berasal dari nama kuah yang melengkapi sate tersebut. Yakni kuah lodeh atau kuah santan kuning dengan sayuran labu siam.
Juga menggunakan sayuran pelengkap seperti wortel. ”Dikatakan sate lodeh karena ada kuah lodehnya,” tambahnya.
Perempuan 65 tahun tersebut menyampaikan, sate lodeh umumnya dimakan dengan topa’ atau ketupat.
Sehingga, tak bisa dipungkiri animo masyarakat akan tinggi di Lebaran Ketupat untuk memburu sate lodeh. Terlebih rasa yang diberikan seddha’ dan segar.
”Di Lebaran Ketupat itu identik dengan ater-ater topa’. Jadi banyak masyarakat yang memanfaatkan ketupatnya untuk dimakan dengan sate lodeh. Mereka kadang membeli untuk keluarga yang dari luar Bangkalan,” tuturnya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti