RadarMadura.id - Mojokerto, kota yang kaya akan peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit, tak hanya menawarkan keindahan alamnya, tetapi juga menyuguhkan kekayaan budaya yang memesona.
Salah satu destinasi yang mengundang decak kagum adalah Kolam Segaran, sebuah tempat yang sarat akan sejarah dan misteri.
Ditemukan pada tahun 1926 oleh Ir. Marc Lain Pont, Kolam Segaran merupakan salah satu dari 32 kolam kuno Kerajaan Majapahit yang masih dapat disaksikan hingga kini.
Terletak di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, kolam ini menjadi saksi bisu dari gemerlap masa lampau.
Kolam Segaran, sebuah nama yang sarat akan makna, berasal dari bahasa Jawa yang berarti "laut".
Konon, luas kolam ini mencapai seperti lautan kecil bagi penduduk pada masa lalu.
Di kelilingi oleh tembok bata merah yang mencapai 375 meter panjangnya, kolam ini memiliki pesona tersendiri dengan kedalaman mencapai 2,88 meter.
Air segar Kolam Segaran berasal dari sumber-sumber alami seperti Balong Bunder dan Balong Dowo, menciptakan suasana yang sejuk dan menyejukkan.
Bahkan saat musim kemarau, kolam ini tetap menyimpan debit air yang cukup untuk mempertahankan keindahannya.
Namun, pesona Kolam Segaran tidak hanya terletak pada keindahan arsitekturnya.
Legenda yang mengelilingi tempat ini menambah kesan misterius.
Konon, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, raja Majapahit, Kolam Segaran menjadi saksi bisu dari kemegahan Kerajaan.
Dalam sebuah pesta menyambut duta dari Tiongkok, perhiasan-perhiasan emas dilemparkan ke dalam kolam sebagai bukti kemakmuran.
Namun, takdir berkata lain. Barang-barang tersebut diyakini telah dimakan waktu, bahkan mungkin oleh makhluk gaib yang konon menghuni kolam tersebut.
Ketika mengunjungi Kolam Segaran, Anda tidak hanya disuguhi pemandangan yang memesona, tetapi juga dihadapkan pada aura misterius yang menggoda imajinasi.
Destinasi ini menjadi daya tarik tak hanya bagi wisatawan lokal Mojokerto, tetapi juga bagi mereka yang datang dari jauh.
Kolam Segaran, sebuah tempat di mana sejarah dan legenda bersatu, menunggu untuk dijelajahi dan dipecahkan misterinya.(yos)
Editor : Amin Basiri