RadarMadura.id - Ketika melangkah ke sebuah daerah, menjelajahi budaya kuliner setempat adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman perjalanan yang autentik.
Wisata kuliner bukan hanya tentang mencicipi hidangan khas, tetapi juga menggali cerita di balik setiap suapan.
Jika Anda berada di Sumenep, Jawa Timur, jangan lewatkan untuk mencicipi salah satu ikon kuliner mereka: cake.
Meskipun namanya sederhana, cake Sumenep memiliki daya tarik yang unik.
Cake ini bukanlah dessert yang manis seperti yang biasa kita kenal.
Ini adalah hidangan pembuka yang lazim disajikan dalam acara-acara hajatan di daerah tersebut.
Dalam tradisi Sumenep, menyantap cake merupakan langkah awal sebelum menjelajahi hidangan-hidangan lainnya.
Tampilannya mungkin mirip dengan capcay, namun jangan terkecoh.
Keistimewaan cake terletak pada tekstur kuahnya yang kental, warna yang mencolok, dan beragam isian yang melimpah.
Rasanya yang manis-gurih serta aroma rempah yang khas menjadikannya cocok dinikmati di tengah cuaca sejuk atau bahkan saat hujan turun.
Setiap suapan cake menghadirkan kejutan dengan beragam isian mulai dari daging ayam, lidah sapi, hingga sosis dan udang yang menyatu dalam kuah rempah yang gurih.
Ditambah dengan toping kentang goreng yang renyah, setiap gigitan memanggil selera.
Namun, di balik kelezatan yang disuguhkan, terdapat cerita panjang tentang asal usul cake ini.
Di tahun 1972, Ibu Amaningsih menciptakan resep khas ini setelah mengikuti kursus di IDHATA.
Sebagai seorang istri yang selalu mendampingi suaminya dalam tugasnya di berbagai wilayah, keahliannya dalam memasak dan mengajar di PKK membuatnya menjadi ahli dalam pembuatan cake.
Keunikan dan kelezatan cake Sumenep menjadi ciri khas hajatan di Sumenep.
Dari perkawinan hingga acara-acara besar lainnya, cake selalu hadir sebagai pembuka yang menggugah selera.
Bahan-bahan alami seperti daging ayam kampung, lidah sapi, dan berbagai sayuran segar, dipadu dengan rempah-rempah pilihan, menghasilkan cita rasa yang tiada duanya.
Itulah yang membuat cake Sumenep menjadi lebih dari sekadar hidangan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang patut dijaga dan dinikmati oleh generasi selanjutnya.
Jadi, ketika Anda berada di Sumenep, jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan sensasi unik dan lezat dari cake ini.
Setiap suapan membawa Anda lebih dekat dengan cerita dan warisan kuliner yang tak ternilai dari daerah ini.(yos)
Editor : Amin Basiri