RadarMadura.id — Setelah menghilang selama lebih dari seabad, Danau Tulare di California, Amerika Serikat, kembali muncul di tengah lembah San Joaquin yang kering.
Fenomena ini mengejutkan banyak pihak, termasuk para ilmuwan, masyarakat adat, dan petani. Selain itu, danau ini juga memberikan manfaat bagi keanekaragaman hayati, khususnya burung-burung migran.
Dilaporkan dari Times of India, Kamis (8/2/2024), Danau Tulare adalah danau terbesar di California dengan ukuran panjang sekitar 160,9 kilometer dan lebar 48 kilometer.
Baca Juga: Mencicipi Karopok Lecak, Jajanan Khas Sumenep yang Mirip Hamburger
Danau ini menjadi sumber makanan penting bagi negara tersebut, karena menyediakan habitat bagi berbagai spesies ikan dan burung.
Namun, pada akhir abad ke-19, danau ini menghilang akibat proses reklamasi lahan yang dilakukan oleh pemerintah California.
Proses ini bertujuan untuk mengubah lahan basah menjadi lahan pertanian, dengan cara mengalihkan atau mengeringkan udara dari danau dan sungai. Akibatnya danau ini berubah menjadi padang pasir yang tandus.
Baca Juga: Karopok Lecak, Jajanan Khas Sumenep yang Bikin Ketagihan
Baru-baru ini, danau ini kembali muncul setelah hujan dan salju turun dengan deras di daerah tersebut. Air yang mengalir ke cekungan lembah San Joaquin membuat danau ini terisi kembali.
Hal ini menimbulkan berbagai dampak dan dampak bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Salah satu yang merasakan dampak positif adalah burung-burung migran yang menggunakan danau ini sebagai tempat singgah.
Beberapa spesies burung yang terlihat di danau ini antara lain pelikan, elang, burung air, dan hantu burung penggali yang terancam punah. Danau ini merupakan bagian dari jalur terbang pasifik yang menghubungkan Alaska dan Amerika Selatan.
Sementara itu, dampak negatif dirasakan oleh manusia yang tinggal di lembah San Joaquin. Ada beberapa kelompok yang berbeda kepentingan dan pandangan terhadap danau ini.
Bagi masyarakat adat Tachi Yokuts, danau ini merupakan tempat suci yang memiliki nilai spiritual. Mereka merasa senang dengan kembalinya danau ini.
Namun, bagi petani yang menggarap lahan di sekitar danau, mereka khawatir dengan potensi banjir yang dapat merusak tanaman mereka.
Mereka juga berusaha mengeringkan danau ini kembali agar bisa memanfaatkan lahan tersebut untuk pertanian.
Di tengah-tengah kejadian ini, ada juga suara yang diusulkan untuk menjaga keberadaan danau ini.
Vivian Underhill, mantan peneliti postdoctoral di Northeastern University, mengatakan bahwa danau ini memiliki potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan, misalnya untuk pariwisata atau perikanan.
Ia juga menekankan bahwa danau ini merupakan bagian dari sejarah dan ekosistem California, yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Baca Juga: Ini Dia Tempat Wisata Terbaru di Jogja yang Wajib Dikunjungi di Tahun 2024
Ia berasumsi bahwa kemunculan danau ini bukan sekadar banjir, melainkan perubahan kondisi alam yang harus disesuaikan.
Ia menambahkan bahwa dengan adanya perubahan iklim, fenomena seperti ini akan semakin sering terjadi.
Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk memahami dan beradaptasi dengan koeksistensi Danau Tulare, demi kepentingan ekonomi dan lingkungan California. (fadila)
Baca Juga: Yakin Gak Mau ke Jogja, Kota Liburan yang Selalu Menarik!
Editor : Ina Herdiyana