RadarMadura.id – Tidur di atas pasir mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang. Namun, bagi warga Desa Legung Timur, Kabupaten Sumenep, Madura, tidur di atas pasir adalah tradisi unik yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.
Mereka meyakini bahwa pasir memiliki banyak khasiat untuk kesehatan dan relaksasi tubuh. Menurut laman klikdokter, pasir merupakan eksfoliator alami yang bisa membantu pengelupasan kulit secara alami.
Baca Juga: Ada di Jogja? Jangan Lewatkan Tempat Wisata Terbaru yang Keren Ini
Pasir juga bisa membantu menghilangkan sel kulit mati, kotoran, dan minyak berlebih yang menumpuk di permukaan kulit. Dengan begitu, kulit bisa menjadi lebih bersih, halus, dan cerah.
Namun, manfaat pasir bagi kesehatan dan relaksasi tubuh belum terbukti secara ilmiah. Perlu kajian lebih mendalam untuk mengetahui efek jangka panjang dari tidur di atas pasir. Apakah ada risiko iritasi, alergi, atau infeksi yang bisa terjadi?
Baca Juga: Jogja, Destinasi Liburan yang Tak Pernah Membosankan dengan Tempat Wisata Terbarunya
Warga Desa Legung Timur tidak peduli dengan hal itu. Mereka menganggap pasir memberi manfaat kesehatan bagi tubuh. Mereka juga beranggapan bahwa tidur di atas pasir dirasa lebih nyenyak dibandingkan di atas kasur.
Selain itu, pasir memiliki sifat yang dapat menyerap suhu di sekitarnya. Apabila cuaca panas maka suhu akan terasa lebih sejuk dan begitu pula sebaliknya. Bila cuaca dingin maka tidur di atas pasir akan terasa hangat.
Pasir yang digunakan sebagai alas tidur bukan pasir biasa. Warga desa ini mengambil pasir dari dua tempat, yaitu Gunung Pasir di Desa Legung Barat dan Pantai Lombang yang berjarak sekitar tiga kilometer dari desa mereka.
Pasir dari Pantai Lombang memiliki warna putih kecoklatan, tekstur lembut dan halus. Pasir tersebut kemudian diayak dan dibersihkan dari kotoran dan material laut sebelum diletakkan di dalam rumah. Warga desa juga mengganti pasir secara berkala agar tetap bersih dan higienis.
Baca Juga: Jelajahi Pesona Sumber Mata Air Krawak, Destinasi Wisata dan Healing di Tuban, Berikut Rutenya!
Tak hanya di dalam rumah, warga desa juga membuat teras khusus di depan rumah yang beralaskan pasir.
Di sana, mereka bisa bersantai, bercengkrama, atau bermain dengan anak-anak. Tidur di atas pasir sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga desa. Apalagi ada bayi yang lahir di atas pasir di desa ini.
Meski memiliki kasur di rumah, warga desa lebih memilih tidur di atas pasir karena sudah terbiasa dan merasakan manfaatnya. Mereka mengeklaim bahwa tidur di atas pasir membuat tubuh lebih segar, nyaman, dan sehat.
Beberapa warga juga menambahkan bantal dan guling sebagai pelengkap tidur, namun ada juga yang tidur tanpa bantak dan guling. Kasur di rumah biasanya hanya digunakan untuk tamu yang berkunjung ke desa ini.
Tradisi tidur di atas pasir ini merupakan salah satu kearifan lokal yang dijaga dan dilestarikan oleh warga Desa Legung Timur. Mereka berharap tradisi ini bisa berlanjut dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. (fadila)
Editor : Ina Herdiyana