RadarMadura.id – Salah satu destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi di Mojokerto adalah Air Terjun Dlundung.
Air terjun ini berada di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, sekitar 1 jam 10 menit berkendara dari pusat kota.
Akses menuju lokasi cukup lancer karena jalannya sudah beraspal dan dikelilingi pemandangan Gunung Penanggungan yang memesona.
Air Terjun Dlundung memiliki sejarah panjang karena sudah ada sejak zaman Kerajaan Singosari dan Majapahit.
Di atas air terjun, terdapat beberapa situs bersejarah seperti area Makam Pandawa Lima, Batu Semar, dan Tangga Batu.
Namun, untuk mencapai situs-situs tersebut, pengunjung harus berjalan kaki selama sekitar 2 jam.
Karena itu, hanya orang-orang yang memiliki tujuan khusus yang biasanya mengunjungi situs-situs tersebut.
Air terjun ini memiliki ketinggian antara 50–16 meter dengan debit air yang cukup deras. Airnya sangat jernih, tenang, dan aman untuk bermain air dan berenang.
Di bawah air terjun, terdapat kolam yang cukup luas yang sering digunakan oleh wisatawan untuk berendam atau sekadar merendam kaki.
Sensasi air yang jatuh dari ketinggian dan menyentuh tubuh pengunjung membuat suasana seperti hujan. Airnya sangat dingin dan segar, cocok untuk melepas penat dan stres.
Selain menikmati air terjun, pengunjung dapat menikmati keindahan alam sekitar yang masih asri dan sejuk.
Di lokasi ini, terdapat camping ground yang dapat digunakan untuk berkemah. Ada juga taman kelinci yang lucu dan menggemaskan, yang dapat dijadikan tempat bermain dan berfoto.
Fasilitas lain yang tersedia di lokasi ini adalah area parkir, musala, toilet, dan warung makan.
Musalanya berada di atas dekat dengan kolam sehingga pengunjung dapat beribadah dengan nyaman.
Warung makannya menyediakan berbagai macam makanan dan minuman, baik ringan maupun berat.
Selain itu, semua gerai sudah dilengkapi dengan layanan bayar nontunai seperti Qris sehingga pengunjung tidak perlu khawatir jika tidak membawa uang tunai.
Untuk dapat masuk ke dalam area Air Terjun Dlundung, pengunjung harus membayar tiket masuk yang berbeda-beda, bergantung pada hari dan usia.
Pada hari kerja, tiket masuk untuk anak-anak adalah Rp 7.500 dan untuk dewasa Rp 10.000.
Pada akhir pekan, tiket masuk untuk anak-anak adalah Rp 10.000 dan untuk dewasa adalah Rp 12.000.
Selain itu, pengunjung harus membayar biaya parkir untuk sepeda motor sebesar Rp 4.000.
Jika pengunjung ingin masuk ke dalam taman kelinci, harus membayar biaya tambahan Rp 5.000.
Jika pengunjung ingin berkemah, harus membayar biaya camping sebesar Rp 18.000 setiap orang per malam.
Air Terjun Dlundung buka setiap hari dengan jam operasional berbeda-beda. Pada hari kerja, air terjun ini buka pukul 07.30–16.00.
Pada akhir pekan, air terjun ini buka pukul 06.00–16.30. Pada Sabtu, air terjun ini buka 24 jam. (fadila)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana