BANGKALAN, RadarMadura.id – Usaha rumahan saat ini mulai diminati oleh sejumlah kalangan pelaku usaha. Selain efektif, juga ekonomis untuk meminimalisasi pengeluaran.
Seperti usaha seblak rumahan yang untungnya hingga jutaan.
Penjual seblak, Rini Wulandari menyampaikan, semula dirinya tidak terpikirkan akan berjualan seblak.
Karena sebelumnya dirinya adalah karyawan swasta. Namun karena dinilai kurang cocok, dirinya berinisiatif mencari penghasilan sendiri.
”Setelah saya berhenti, gaji dari pekerjaan sebelumnya saya jadikan modal buat buka usaha seblak,” katanya Sabtu (9/12).
Usaha rumahan Rini tidak hanya menyuguhkan seblak. Tapi, juga ada menu lainnya, seperti cilok kuah seblak, makaroni telur, banana roll, dan lain sebagainya. Harganya mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.
”Untuk seblak itu dari Rp 10 ribu, namun harga bisa lebih bergantung topping,” tambahnya.
Seblak menu andalannya dinilai memiliki ciri khas yang berbeda. Terutama pada bumbu kencurnya yang pas serta tidak menggunakan cabai bubuk.
Sehingga, perbedaan dengan seblak lainnya terlihat dari cabai asli yang disuguhkan.
”Pernah pakek cabai bubuk itu rasanya pahit, jadi tetap pakek cabai asli,” terangnya.
Perempuan berusia 20 tahun itu mengatakan telah merintis usaha hampir dua tahun berjalan.
Pelanggannya setiap hari kurang lebih 20 orang dengan omzet satu bulan tembus Rp 5 juta. Untung yang didapat bisa terkumpul Rp 3 juta.
”Alhamdulillah, bisa memenuhi kebutuhan sendiri, sudah bisa mandiri, dan tentunya juga bisa invest di berbagai barang,” pungkasnya. (ay/luq)
Editor : Abdul Basri