RadarMadura.Id – Situs Trowulan merupakan area yang memuat peninggalan dari Kerajaan Majapahit, seperti candi, gapura, dan dokumen sejarah.
Wilayah seluas Situs Trowulan 25 kilometer persegi ini resmi diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2009.
Banyak bangunan di Situs Trowulan dibangun menggunakan bahan bata merah, meskipun sebagian mengalami kerusakan, namun sejumlah besar telah direstorasi. Beberapa artefak yang dapat ditemukan di sini meliputi:
1. Candi Bajang Ratu
Gapura Bajang Ratu atau juga dikenal dengan nama Candi Bajang Ratu adalah sebuah gapura atau candi peninggalan Majapahit yang berada di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.
Mengenai fungsi candi, diperkirakan bahwa Candi Bajangratu didirikan untuk menghormati Jayanegara.
Dasar perkiraan ini adalah adanya relief Sri Tanjung di bagian kaki gapura yang menggambarkan cerita peruwatan.
Relief yang memuat cerita peruwatan ditemukan juga, antara lain, di Candi Surawana. Candi Surawana diduga dibangun sehubungan dengan wafatnya Bhre Wengker (akhir abad ke-7)
Jam Operasional: Buka setiap hari pukul 07.00 - 16.45.
Lokasi: Jl. Candi Bajang Ratu, Pelem, Temon, Kec. Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur 61362.
Harga Tiket: Rp. 3.000 per orang dan mengisi daftar tamu.
2. Candi Tikus
Candi Tikus adalah sebuah peninggalan dari kerajaan yang bercorak hindu yang terletak di Kompleks Trowulan, tepatnya di dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Nama ‘Tikus’ hanya merupakan sebutan yang digunakan masyarakat setempat. Karena, pada saat ditemukan, Candi tersebut merupakan sarang tikus
Jam Operasional: Buka setiap hari pukul 07.00 – 16.00.
Lokasi: Jl. Trowulan, Jatirejo, Temon, Kec. Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur 61362.
Harga Tiket: Rp. 3.000 per orang.
Baca Juga: Mengenal Pantai Gua Petapa, Tempat Bersejarah di Bangkalan
3. Museum Trowulan
Museum Trowulan adalah museum arkeologi yang terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
Tempat ini adalah salah satu lokasi bersejarah terpenting di Indonesia yang berkaitan dengan sejarah kerajaan Majapahit.
Museum Trowulan ini digunakan sebagai tempat penyimpanan benda-benda atau artefak-artefak yang ditemukan di sekitar Trowulan.
Kebanyakan koleksi dari museum ini berasal dari artefak kerajaan Majapahit. Di museum ini juga terdapat penemuan-penemuan artefak dari kerajaan Kahuripan, Kediri, dan Singosari.
Koleksi benda-benda kuno di museum sangat banyak jumlahnya. Mulai dari benda-benda yang digunakan dalam sistem pertanian, masyarakat, arsitertur kuno, keagamaan, serta kebudayaan kuno yang sebagian besar merupakan hasil penemuan sisa-sisa dari zamn Majapahit.
Seluruh benda koleksi tersebut dipamerkan baik di dalam gedung pendopo maupun diluar gedung yang masih berada di sekitaran area museum.
Untuk memudahkan dalam meneliti dan mengkaji kemudian benda-benda koleksi museum ini dibagi-bagi atau diklasifikasikan sesuai jenis dan kegunaannya, Ada koleksi tanah liat (terakota), koleksi keramik, koleksi logam, dan koleksi Batu.
Koleksi museum ini yang berbahan batu diklasifikasikan menjadi koleksi miniatur dan komponen candi, koleksi arca, relief, koleksi prasasti.
Terdapat pula benda-benda berupa batu yang berasal dari masa prasejarah, misalnya kapak lonjing, flakes serta fosil binatang masa prasejarah.
4. Candi Brahu
Candi Brahu terletak di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Tepat di depan kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur yang terletak di jalan raya Mojokerto-Jombang terdapat jalan masuk ke arah utara yang agak sempit namun telah diaspal.
Candi Brahu terletak di sisi kanan jalan kecil tersebut, sekitar 1,8 km dari jalan raya. Nama candi ini, yaitu ‘brahu’, diduga berasal dari kata wanaru atau warahu.
Nama ini didapat dari sebutan sebuah bangunan suci yang disebut dalam Prasasti Alasantan. Prasasti tersebut ditemukan tak jauh dari Candi Brahu.
Jam Operasional : Buka setiap hari pukul 07.00 – 16.00.
Lokasi : Jl. Trowulan, Jatirejo, Temon, Kec. Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur 61362.
Harga Tiket : Rp. 3.000 per orang.
5. Candi Menak Jingga
Minak Jinggo adalah nama sebuah candi peninggalan era Kerajaan Majapahit yang cukup tersohor.
Struktur candi ini menggunakan bahan utama bahan utamanya batuan andesit serta ada beberapa bagian menggunakan batu bata.
Dilansir dari laman kemendikbud.go.id, Candi Minak Jinggo merupakan sebuah candi yang di dalamnya terdapat struktur bata, dan blok-blok batu candi baik yang keadaannya polos maupun bermotif.
Jam Operasional: Setiap Hari Pukul 08.00 – 16.00
Lokasi: 9RP+MHH, Jl.Candi Minak Djinggo, Unggaran, Unggahan, Kec. Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur 61362 (*)