SUMENEP, Radar Madura.id – Pantas saja Abdur Rohim tertarik untuk menanam jeruk lemon. Sebab, perawatan buah ini mudah dan mampu panen berkali-kali. Bahkan, dikenal sebagai buah yang tidak memiliki musim.
Warga Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep, itu menanam pada musim hujan September 2021. Saat itu terdapat 57 jeruk lemon dari dua jenis yang ditanam. Yakni, 56 jenis california dan 1 pohon eureka. Untuk jenis eureka memiliki keunggulan buahnya cenderung lebih besar.
Puluhan jeruk lemon tersebut ditanam dalam satu petak lahan. Bibit california didapat dari kelompok tani sebanyak dua batang. Kemudian, dilakukan pencangkokan mandiri. Sedangkan bibit eureka didapatkan dengan cara membeli.
Keunggulan lain dari jeruk ini adalah mudah tumbuh di banyak jenis lahan. Begitu juga dengan pencangkokannya yang cukup mudah. Hanya butuh waktu dua minggu sudah keluar akar dan bisa ditanam.
Pria kelahiran 22 Maret 1990 itu tertarik menanam jeruk lemon tersebut karena perawatannya mudah. Tidak banyak memakan tenaga dan menguras waktu untuk bisa tumbuh dengan maksimal. ”Kebetulan jeruk ini jenis yang mudah dikembangkan,” katanya.
Laki-laki yang berprofesi sebagai guru swasta itu juga menyampaikan, jeruk lemon ini juga memiliki keunggulan lain. Yakni, bisa panen berkali-kali. Tidak seperti lainnya yang musiman. ”Jadi jeruk ini berbuah sepanjang musim. Saya bisa panen berkali-kali,” ucap Rohim.
Rohim mengungkapkan, jenis buah ini juga tidak mudah mati, meskipun batangnya dipotong. Berbeda dengan jeruk lain yang mudah mati. Hanya, kata dia, kalau jeruk lemon ini batangnya lentur.
Lulusan MA Tahfidz Annuqayah itu mengungkapkan, untuk bisa panen dengan maksimal membutuhkan waktu selama 1 tahun. Dengan umur selama itu, nanti bisa panen 10 kilogram dalam satu pohon. Satu minggu setelah panen biasanya akan keluar bunga. Dua bulan kemudian bisa panen lagi. ”Setiap habis panen biasanya saya siram pupuk agar kualitas buah di periode berikutnya bagus,” tutur alumnus MTs 1 Annuqayah itu.
Rohim menyarankan, jika ingin menanam jeruk lemon ini sebaiknya jarak antarpohon minimal 5 meter. Sebab, jika terlalu dekat, akan rimbun dan akan menyulitkan proses panen. Juga akan berpengaruh pada kualitas buah.
”Kalau pengalaman saya, jeruk lemon ini lebih subur di tanah gembur. Kalau di tanah liat akarnya tidak mudah berkembang,” imbuh sarjana lulusan Instika Guluk-Guluk 2012 itu. (iqb/luq)
Editor : Hera Marylia Damayanti