Ekowisata hutan mangrove ini bisa menjadi alternatif destinasi wisata edukasi. Selain menikmati kesejukan alam, pengunjung dapat mempelajari jenis-jenis mangrove dan cara menanamnya serta dapat mengenal burung migran yang tersebar di area.
Berikut tiga ekowisata mangrove rangkuman RadarMadura.id yang bisa sobat traveler kunjungi di Bangkalan.
1. Taman Pendidikan Mangrove (TPM) Labuhan
Wisata alam ini terletak di Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Bangkalan, dengan jam operasional pukul 08.00–08.00.
Pengunjung bisa menikmati objek wisata ini menggunakan kendaraan, baik motor maupun mobil, dengan jarak sekitar 35 km dari Kota Bangkalan.
Fasilitas yang bisa sobat traveler nikmati saat berlibur di objek wisata satu ini antara lain:
- Trekking 300 meter
- Tempat pemantauan burung
- Edukasi mangrove
- Spot foto instagramable
- Area bermain anak-anak
- Spot kuliner (UKM)
- Area outbond
- Toilet umum
- Musala
- Gazebo
- Fotografer
- Camping
2. Hutan Mangrove Bancaran
Hutan mangrove ini berada di utara kota, tepatnya di Kelurahan Bancaran, Kecamatan Bangkalan. Objek wisata ini cocok menjadi pilihan kaum milenial untuk menikmati keindahan senja di pantai.
Menyusuri muara laut dengan membelah hijaunya hutan bakau menggunakan perahu menjadi daya tarik tersendiri sehingga memberi kesan menakjubkan.
Geladak kayu yang didesain warna-warni menjadi spot area menarik jika diabadikan dalam kamera.
3. Wisata Mangrove Tajungan
Hutan mangrove ini terletak di Dusun Pulo, Desa Tajungan, Kecamatan Kamal, dan diberi nama Wisata Mangrove Segoro Ayu. Di sini juga tersedia gazebo untuk bersantai atau makan-makan sehabis menyusuri hutan bakau.
Pengunjung bisa menikmati kuliner khas Tajungan. Antara lain, sate udang, asam manis seafood, kepiting, cumi, kepala ikan sembilang, dan sate usik (bumbu kuning).
Lalu, sewel udang, bubur masin (pakai sayur), dan bubur kelodewo yang dimakan dengan kerupuk bukan dengan sendok. (in)
Editor : Ina Herdiyana