Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Lebih Dekat dengan Kajari Sampang Mochamad Iqbal,  Saat Bertugas Tetap Pegang Prinsip Kesantrian 

Amin Basiri • Sabtu, 18 April 2026 | 15:42 WIB
HANGAT: Kajari Sampang Mochamad Iqbal berpose bersama keluarganya.
HANGAT: Kajari Sampang Mochamad Iqbal berpose bersama keluarganya.

Kursi kepemimpinan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sampang saat ini dipegang Mochamad Iqbal. Dia menggantikan Fadilah Helmi. Selama menjadi aparat penegak hukum (APH), dirinya tetap memegang teguh prinsip-prinsip santri.

SUASANA Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sampang, kemarin cerah. Setelah cukup intens menjalin komunikasi, kru Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berkesempatan bersilaturahmi dengan Kajari Sampang Mochamad Iqbal.

Di ruang kerjanya, Mochamad Iqbal berbagi cerita tentang perjalanan kariernya di kejaksaan.

Menjadi seorang jaksa, kata dia, berawal dari tekad untuk lebih mengenal jati diri.

Iqbal menceritakan, dirinya lahir di Jakarta. Ayahnya seorang guru. Menjadi jaksa bukan cita-cita sejak awal.

Sebelum bertugas di kejaksaan, putra almarhum Mochamad Sholeh Djalamaluddin dan Yusmasari Sitompul itu sempat bekerja di bidang swasta sebagai penyedia layanan internet.

”Setelah lulus kuliah pada 2002, saya mencoba mencari jati diri dan berusaha membangun potensi diri,” ujarnya.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta itu mengungkapkan perjalanan kariernya.

 Setelah lulus kuliah dirinya mencoba mendaftar ke kejaksaan dan berhasil lolos.

”Dari tes awal hingga akhir, alhamdulillah saya lulus. Penempatan pertama saya di Kejari Tarakan pada 2004,” bebernya.

Suami Sri Juliana itu menuturkan, perjalanan karier di kejaksaan tidaklah singkat. Dia baru mengikuti pendidikan pembentukan jaksa pada 2006.

”Sampai sekarang saya masih aktif bertugas. Semua ini murni hasil perjuangan sendiri,” katanya.

Ayah dua anak itu juga mengingat pesan sang ayah agar selalu menjadi pribadi yang baik, menghormati sesama, serta memiliki rasa kasih sayang.

”Hormati yang lebih tua dan sayangi yang lebih muda, kapan pun dan di mana pun,” ungkapnya.

Iqbal menambahkan, sejak SMP dirinya sudah mondok di Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo Ngabar, Ponorogo. Saat SMA, dia melanjutkan di Ponpes Al-Mathlab, Kediri.

”Saat kuliah saya kembali ke Jakarta, menempuh pendidikan di Universitas Islam Jakarta. Kemudian melanjutkan S-2 di Universitas Balikpapan, dan saat ini sedang menempuh program doktor di Jakarta,” jelasnya.

Bertugas di Kota Bahari, dia mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan membangun Sampang yang lebih baik dan sejahtera.

 ”Kami ingin jabatan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai seorang santri yang menjadi aparat penegak hukum, dia memegang prinsip untuk menjauhi penyakit hati. Seperti hasad, iri, dengki, dan fitnah.

”Jangan sampai melihat orang susah kita senang, dan melihat orang senang kita susah. Yang terpenting adalah menjalankan tugas dengan amanah,” tandasnya. (bai/han)

Editor : Amin Basiri
#Kajari Sampang #profil #sampang #Kejaksaan