SAMPANG, RadarMadura.id – Hari Raya Idul Fitri merupakan momen berharga bagi umat Islam. Utamanya, bagi warga Madura.
Sebab, perayaan Lebaran yang berlangsung sampai H+7 itu dimanfaatkan untuk lebih dekat dengan keluarga.
Hal itu juga dimanfaatkan Heronika Setiawaty, jaksa perempuan di Kejari Sampang.
Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berkesempatan berbagi pengalaman dengan jaksa yang karib disapa Ika tersebut.
Dia menceritakan, momen bahagia saat merayakan hari kemenangan hingga Lebaran hari ketujuh atau yang biasa disebut sebagai Lebaran Ketupat.
”Alhamdulillah, setelah sebulan berpuasa, berlebaran bersama keluarga,” katanya.
Ika mengatakan, saat bulan Ramadan, meski menjalankan ibadah, semua tugas yang diberikan pimpinan di Kejari Sampang tetap berjalan sebagaimana mestinya.
”Meski tugas cukup banyak, alhamdulillah bisa diselesaikan dengan baik. Saya bisa melakukan pemberkasan dan mengikuti sidang sesuai jadwal,” ujarnya.
Istri dari Suhirmanto itu menyatakan, mulai Rabu (18/3) sampai Selasa (24/3) sudah menikmati libur panjang.
Dia memanfaatkan hari libur tersebut untuk keluarga tercinta.
”Saat liburan, saya curahkan semua waktu untuk kelurga. Bahkan, sebelum Lebaran saya mengadakan buka bersama (bukber) keluarga di Sidoarjo,” ucapnya.
Perempuan asal Sumenep itu mengatakan, saat masuk kantor, tentunya kurang leluasa menentukan jadwal bukber dengan keluarganya yang ada di luar Madura.
Sebab, mereka juga harus menunaikan tanggung jawab di Korps Adhyaksa.
”Saya sulung dari lima bersaudara. Kebetulan, semua adik-adik saya bekerja di institusi kejaksaan,” terangnya.
Dijelaskan, selain bukber dengan keluarga, momen liburan juga dimanfaatkan untuk semakin dekat dengan keluarga.
Karena dia anak sulung, maka adik-adiknya berkumpul di rumahnya.
”Adik-adik saya yang ada di Sidoarjo, Kalimantan, Bangkalan berkumpul di Perumahan Barisan Indah, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang,” ungkapnya.
Pasca-Lebaran, lanjut Ika, dia dan saudaranya kemudian bersilaturahmi ke rumah kerabatnya yang berada di Pamekasan, Sumenep, dan beberapa kota lainnya.
”Kalau bukan Lebaran, tidak mudah untuk bertemu dan berbincang dalam waktu lama dengan kerabat. Kalau hari yang lain, bisanya hanya bersilaturahmi melalui telepon seluler,” tandasnya.
Saat perayaan Lebaran, ada kuliner khas yang tersaji di meja makan untuk dinikmati. Salah satunya, opor ayam.
Rebusan ayam yang dimasak dengan kuah santan kental dan kaya rempah itu ternyata menu andalan Heronika Setiawaty, jaksa Kejari Sampang.
Heronika Setiawaty mengatakan, suasana rumahnya saat Lebaran selalu ramai.
Sebab, selain didatangi tetangga, rumahnya jadi titik kumpul saudaranya yang berasal dari luar Sampang.
”Makanya, saya harus menyiapkan makanan. Opor ayam menjadi menu yang tidak boleh absen saat makan bersama keluarga,” katanya.
Menurut jaksa yang akrab disapa Ika itu, selama Hari Raya Idul Fitri sudah terbiasa menyiapkan berbagai makanan, minuman, kue, dan camilan khas Lebaran.
”Semuanya sudah saya siapkan jauh-jauh hari untuk disajikan kepada keluarga besar,” ujarnya.
Dijelaskan, kuliner yang disuguhkan dan tersaji di meja makan dimasak sendiri. Sebab, dia paham betul dengan selera saudaranya.
”Karena asli dari Madura. Masakan yang saya buat, rasanya pasti lebih gurih. Tapi, tetap memperhatikan masukan dari adik-adik,” tandasnya. (bai/yan)
Editor : Amin Basiri