Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kebiasan Sederhana Bupati Sampang Slamet Junaidi saat Ramadan, Ngabuburit Sambil Borong Takjil Lalu Dibagi-bagikan

Amin Basiri • Rabu, 11 Maret 2026 | 08:41 WIB

DIBORONG: Bupati Slamet Junaidi didampingi istri dan putrinya, Nurun Nabilla Junaidi, memilih takjil di Bazar Takjil Alun-Alun Trunojoyo Sampang, untuk dibagikan
DIBORONG: Bupati Slamet Junaidi didampingi istri dan putrinya, Nurun Nabilla Junaidi, memilih takjil di Bazar Takjil Alun-Alun Trunojoyo Sampang, untuk dibagikan

BUPATI Sampang Slamet Junaidi memanfaatkan hari weekend dengan kegiatan yang positif. Dia mengajak keluarganya ngabuburit dengan menaiki vespa pada Minggu (8/3).

Dia berkeliling Alun-Alun Trunojoyo Sampang didampingi istri tercinta Selviana Slamet Junaidi, putrinya Nurun Nabilla Junaidi, dan menantu Gigih Lesmana Arganata.

Bupati yang akrab disapa Aba Idi itu melaju menuju area Bazar Takjil Alun-Alun Trunojoyo. Satu per satu stan pedagang didatangi.

Dia tidak hanya menyapa pedagang, tapi memborong dagangannya. Di area bazar takjil tersebut terdapat sekitar 30 pelaku UMKM yang berjualan.

Aktivitas sederhana ini biasa dilakukan Aba Idi sejak memimpin Kabupaten Sampang sejak periode pertama, yakni 2019–2024. Kegiatan tersebut tetap rutin dilaksanakan pada periode kedua, yakni 2025–2030.

”Saat masih jadi pengusaha dan (sekarang) bupati, kegiatan saya memang seperti ini,” ujar Aba Idi kepada JPRM.

Dia mengatakan, momen Ramadan merupakan waktu yang pas untuk mendekatkan diri kepada Yang Mahakuasa.

Selain beribadah, dirinya membiasakan diri dengan bersedekah. ”Bulan Ramadan ini penuh barokah, maka kita berusaha meningkatkan amal baik,” katanya.

Aba Idi mengaku sengaja memborong takjil yang dijual pelaku UMKM. Alasannya, aktivitas tersebut mengandung banyak manfaat. Di antaranya bisa meningkatkan produktivitas pelaku UMKM dan menyerap aspirasi mereka.

Menurutnya, dirinya bisa saja memasak takjil sendiri untuk dibagikan kepada masyarakat. Biaya yang dikeluarkan lebih sedikit dan efisien. Namun, asas manfaatnya lebih kecil.

”Saya ingin ada kebermanfaatan dua arah. Yang menjual untung dan senang, lalu yang menerima (takjil) juga senang,” ungkapnya.

Setelah memborong menu takjil, bupati dan rombongan bergeser ke depan Pendopo Trunojoyo. Di situ ratusan menu takjil dibagikan kepada masyarakat.

Tidak hanya kalangan anak-anak yang mengantre untuk mendapat takjil, orang dewasa juga antusias untuk mendapat takjil.

”Mudah-mudahan bermanfaat dan pelaku UMKM maju dan bahagia,” tukasnya. (bil)

Editor : Amin Basiri
#ngabuburit #bupati sampang #aba idi