Posisi sekretaris kabupaten (Sekkab) Sumenep segera terisi wajah baru. Panitia seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama Sekkab telah mengumumkan nama-nama yang lolos tiga besar. Yakni, Abd. Rahman Riadi, Chainur Rasyid, dan Agus Dwi Saputra.
Rahman, lahir di Sumenep pada 25 Januari 1971. Warga Jalan Slamet Riadi, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, mengawali pendidikan dasar di SDN Pajagalan 2. Setelah lulus pada 1984, dia melanjutkan ke SMPN 1 Sumenep.
Di sekolah menengah pertama inilah dia mulai tertarik pada dunia organisasi. Karena itu, dia dipercaya sebagai bendahara organisasi siswa intra sekolah (OSIS) pada 1986.
Jiwa organisasinya berlanjut ketika menempuh pendidikan di SMAN 1 Sumenep. Di sekolah ini dia kembali menjadi pengurus OSIS. Saat itu dia mengemban amanah sebagai sekretaris pada 1988.
Pria bernama lengkap R. Abd. Rahman Riadi itu lahir dan hidup di lingkungan keluarga peduli pendidikan. Selulus SMAN 1 Sumenep, dia melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas 17 Agustus (Untag) 1945 Surabaya.
Di kampus ini dia menempuh pendidikan ekonomi manajemen. Saat itu juga aktif sebagai humas senat mahasiswa.
Selanjutnya, gelar magister manajemen diraih setelah menempuh pendidikan di Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya.
Kesibukan sebagai abdi negara tidak menyurutkan Rahman untuk terus menuntut ilmu. Di tengah kesibukan sebagai pejabat pemerintah, dirinya masih menyempatkan menempuh pendidikan S-3 administrasi publik Untag 1945 Surabaya.
Rahman merupakan sosok yang sudah banyak makan asam garam pemerintahan. Berbagai posisi dan instansi pernah dia duduki.
Seperti menjadi staf bagian tata pemerintahan (tapem) sekretariat kabupaten (setkab) dan Kasubbag Pemberitaan pada Bagian Humas Setkab Sumenep. Setelah itu, dia lama bertugas di badan perencanaan pembangunan (bappeda).
Seperti menjadi Kasubbid perencanaan pembangunan agama, pendidikan dan kependudukan; Kasubbid kesehatan dan kesejahteraan sosial; serta Kasubbid perencanaan pembangunan kesehatan dan kesejahteraan sosial.
Setelah menjadi Kasubbid, Rahman menjadi kepala bidang (Kabid) penanaman modal dan Kabid perencanaan pembangunan sosial.
Sejak 11 Januari 2011 Rahman menjabat sebagai sekretaris dinas pertanian, tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan (dispertapahorbun). Setelah itu, dia kembali ke bappeda, tapi dengan jabatan sebagai sekretaris dinas pada 2012.
Suami Nonis Annoni itu kemudian diamanahi sebagai kepala pelaksana (Kalaksa) badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).
Saat menakhodai organisasi perangkat daerah (OPD) inilah dia merasa punya pengalaman sangat berkesan. Sebab, dia terlibat langsung dalam penanganan dampak gempa yang terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H.
Lindu di penghujung Ramadan 13 Juni 2018 itu merusak ratusan bangunan. Kerusakan terparah di Desa Bullaan, Kecamatan Batuputih.
”Gempa bumi itu mengguncang dua hari sebelum Lebaran,” kenang Rahman kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di ruang kerjanya Senin (23/2). Hari Raya Idul Fitri 1439 H bertepatan dengan Jumat, 15 Juni 2018.
Yang tak kalah mengesankan saat menjabat Kalaksa BPBD ketika dunia dilanda pagebluk korona. Saat itu dia juga menjabat sebagai sekretaris Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Sumenep. Karena itu, dia tahu betul segala sesuatu yang berkaitan dengan pandemi korona. ”Saat itu harga masker sangat mahal. Selain kesehatan, sektor ekonomi sangat terpukul,” kata ayah Achmad Fikri Fauzan dan Rayhana Sabhira Febriyanti itu.
Pada saat bertugas di BBPD, Rahman mengikuti pelatihan manajemen risiko bencana (risk management disaster) di BNPB Jakarta 2018.
Tahun berikutnya mengikuti kegiatan penguatan kapasitas masyarakat dalam penanganan bencana juga di BNPB Jakarta.
Pada 2019, pria yang hobi tenis lapangan itu mengikuti pelatihan manejemen ESQ. Rahman juga pernah mengikuti pelatihan administrasi umum (adum).
Selain itu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (diklatpim) III pada 2010 dan diklatpim II pada 2020.
Dari BPBD, dia pindah tugas sebagai kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP).
Di OPD ini Rahman berkontribusi dalam peningkatan pelayanan perizinan dan investasi. Dia berhasil menjadikan pelayanan DPMPTSP makin responsif, modern, dan ramah investor.
Saat ini Rahman menjabat sebagai kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep.
Dia dilantik menggantikan Mustangin yang digeser menjadi kepala dinas ketenagakerjaan Rabu (14/1). Sebagai abdi negara, Rahman mendapat tanda jasa Satyalencana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun dari presiden RI.
Kini, dia menunggu keputusan bupati untuk menentukan seorang dari tiga calon, termasuk Dr. R. Abd Rahman Riadi, S.E., M.M. ”Saya selalu siap melaksanakan tugas, ” katanya. (luq/han)
Editor : Amin Basiri