Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mengenal Sosok Wakapolres Sampang Kompol Dhany Rahadian Basuki, Tertarik Menjadi Anggota Polri setelah Lulus Kuliah

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 27 Juni 2025 | 18:48 WIB
ANYAR: Wakapolres Sampang Kompol Dhany Rahadian Basuki saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (26/6). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)
ANYAR: Wakapolres Sampang Kompol Dhany Rahadian Basuki saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (26/6). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Jam di pergelangan tangan menunjukkan pukul 11.33. Cuaca di Jalan Jamaluddin, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang, cukup cerah Kamis (26/6). Suara azan terdengar dari toa Masjid Al-Rasyid Polres Sampang.

Anggota polisi berdatangan ke masjid yang berlokasi di pintu masuk polres. Mereka memenuhi panggilan muazin untuk menunaikan salat Duhur. Salah satunya, Dhany Rahadian Basuki.

Tiga puluh menit kemudian, Dhany meninggalkan masjid. Dia mengajak koran ini ke ruang kerjanya. Di tempat itu dia bercerita tentang latar belakang pendidikan dan perjalanan kariernya di institusi Polri.

Dhany Rahadian Basuki merupakan Wakapolres Sampang yang baru. Sebelum mendapat tugas di Kota Bahari, pria kelahiran Mojokerto itu menjabat sebagai Kepala Unit (Kanit) III Subdit II Ditreskrimum Polda Jatim.

Dia tidak pernah menyangka perjalanan kariernya di institusi Polri akan sejauh seperti sekarang. Sebab, saat duduk di bangku SMA Dhany tidak tertarik untuk menjadi polisi. Meskipun orang tuanya merupakan anggota Polri.

”Saya baru tertarik menjadi polisi setelah lulus kuliah,” ujar pria berkacamata itu.

Setelah tamat sarjana, ayahandanya yang merupakan angota Polri mulai memasuki purnatugas. Lalu, pihaknya tertarik menjadi anggota Polri karena terinspirasi salah satu ucapan ayahnya. Yakni, seorang polisi bisa bermanfaat.

”Dari situ saya tertarik dan saya menilai menjadi polisi itu bisa bermanfaat untuk orang lain,” terangnya.

Setelah menyandang gelar S-1, Dhany mendaftar ke Akademi Polisi (Akpol) pada 2008 dan lulus pada 2010. Awalnya, dia tidak yakin bisa masuk Akpol. Sebab, saat mendaftar tanpa persiapan yang matang.

”Baru setelah saya lulus tes di daerah, saya lebih serius mempersiapkan diri mengikuti tes di pusat. Penugasan kali pertama saya yakni di Polres Tarakan, Polda Kaltim, selama lima tahun,” katanya.

Saat ini sudah 15 tahun dirinya mengabdi ke negara sebagai anggota Polri. Ada dua prinsip yang dipegang teguh sebagai abdi negara dan masyarakat. Yakni, harus memiliki pendirian dan kemauan yang kuat.

”Jika kita punya kemauan pasti mau belajar, mau berusaha, dan mau ditugaskan di mana pun harus bisa memberikan sesuatu yang positif di tempat tugas itu,” ujarnya.

Alumnus Stikom Surabaya pernah menangani beberapa kasus di Polda Jatim yang sempat menyita perhatian publik. Salah satunya kasus penahanan ijazah pegawai perusahaan swasta yang diadvokasi Wakil Wali Kota Surabaya Armuji.

”Saat ini perkaranya sudah bergulir di kejaksaan,” ujar pria 43 tahun.

Ada banyak tugas yang perlu dibereskan selama menjabat sebagai Wakapolres Sampang. Khususnya, berkaitan dengan tugas-tugas di internal institusi. Seperti, pembinaan terhadap anggota Polri lainnya.

”Kami berharap anggota bisa menjalankan kinerjanya dengan baik. Bisa menjaga perilakunya. Bisa menjaga kepuasan masyarakat terhadap Polri dan menghadirkan negara di tengah masyarakat,” tutupnya di akhir perjumpaan. (bai/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Dhany Rahadian Basuki #Wakapolres Sampang #polri #terinspirasi #polisi