Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Seniman Madura Kreatif meski Kadang Kurang PD

Achmad Andrian F • Sabtu, 17 Mei 2025 | 20:02 WIB
KARYA ANAK BANGSA: Sofian Eka Sandra memperlihatkan sampul album terbaru Komunitas Kasokan. (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
KARYA ANAK BANGSA: Sofian Eka Sandra memperlihatkan sampul album terbaru Komunitas Kasokan. (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kurang percaya diri (PD) sering kali menutup kemampuan seniman musik untuk bereksplorasi.

Akibatnya, sebagian menganggap nada yang sudah ada lebih mudah digunakan tanpa mencari nada yang pas untuk karya musik yang diciptakan.

Salah seorang pegiat Komunitas Kasokan Najmun Nahid menyayangkan jika hal itu terjadi dan dilakukan oleh seniman musik di Madura.

Semestinya pencarian nada menjadi salah satu perenungan yang tidak boleh terlewatkan dalam sebuah pengaryaan.

Bagi Najmun, kreativitas orang Madura sangat tinggi, sangat memungkinkan untuk menghasilkan karya orisinil.

”Kreativitas orang Madura sangat tinggi dan sangat bisa untuk menghasilkan nada dan lirik sendiri,” ujarnya.

Dalam obrolan dengan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Sabtu (10/5), Najmun membocorkan salah satu lagu dalam album Nata Abâ’.

Dia mengungkapkan, lagu berjudul Bhângkalan menggambarkan kenangan Bangkalan masa lalu, keilmuan, dan moral yang tinggi. Termasuk tradisi dan budaya yang dimiliki oleh Kota Salak di masa lalu.

”Lagu ini banyak menggambarkan Bangkalan di masa lalu, baik dengan keilmuan, tradisi, dan kebudayaan,” jelasnya.

Lagu ini juga berisi harapan-harapan agar masyarakat Bangkalan tidak melupakan asal usul. Meski kemajuan zaman cukup pesat, jangan sampai membuang atau melupakan budaya adiluhung.

”Menambah itu baik, tapi jangan sampai membuang yang sudah ada,” tutupnya. (za/luq)

Editor : Achmad Andrian F
#bangkalan #seniman #madura