Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Duka Mendalam Kepergian Pengurus Mastapala IAIN Madura Fahrizal Qurthuby, Meninggal karena Jatuh saat Cek Arena untuk Pengenalan Panjat bagi Anak SD

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 7 Mei 2025 | 12:46 WIB
DOA BERSAMA: Aktivis Mastapala IAIN Madura menggelar tahlil bersama di lokasi kejadian Fahrizal Qurthuby terjatuh Selasa (6/5). (FAHMI JALIL/JPRM)
DOA BERSAMA: Aktivis Mastapala IAIN Madura menggelar tahlil bersama di lokasi kejadian Fahrizal Qurthuby terjatuh Selasa (6/5). (FAHMI JALIL/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Suasana duka masih terasa bagi keluarga besar Mastapala Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura.

Pengurus dan anggota unit kegiatan mahasiswa (UKM) itu sangat terkejut atas kepergian Fahrizal Qurthuby.

Nyawanya tidak tertolong setelah terjatuh dari arena panjat tebing (wall climbing), Senin (5/5).

Untuk mengenang kepergian Fahrizal, keluarga besar Mastapala IAIN Madura menggelar doa bersama di lokasi kejadian.

Selasa (6/5) mereka berkumpul di tempat rekan mereka terjatuh. Selain itu juga melakukan retret atau hari berkabung untuk sementara. Di samping itu juga melakukan evaluasi besar.

Pembina UKM Mastapala IAIN Madura Moh. Masyhur Abadi mengeklaim, jatuhnya anggota sekaligus pengurus harian bagian divisi logistik/peralatan itu murni karena kecelakaan.

Alasannya, Fahrizal dalam kondisi safety saat melakukan pengecekan point pada dinding panjat.

Dia juga mengaku telah melakukan evaluasi dan pengecekan seluruh peralatan panjat tebing yang digunakan. Mulai dari angker, tali, dan lain sebagainya.

Masyhur mengaku semuanya dalam kondisi baik. Sehingga, dia berkesimpulan Fahrizal jatuh karena tali simpul pada angker lepas.

”Angker tetap di tempatnya, tidak berubah sama sekali, kemudian tali tidak putus, berarti simpul yang dipasang almarhum sendiri lepas,” kata Masyhur.

Menurut dia, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah itu diperkirakan jatuh dari ketinggian 7 hingga 8 meter.

Sementara tinggi papan panjat milik IAIN Madura itu 18 meter. Kondisi korban sudah rappelling atau rurun dan sempat melakukan pengecekan point.

”Kalau dilihat dari lukanya, tidak terjun bebas dari ketinggian 18 meter. Karena kalau blank dari 18 meter, dapat dipastikan hancur, apalagi dasarnya paving,” sebutnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Kampus Tanean Lanjang tersebut juga mengakui, saat peristiwa terjadi, situasi dan kondisi di sekitar tempat kejadian perkara (TPK) tidak banyak orang.

Fahrizal hanya ditemani seorang perempuan yang merupakan teman komunitasnya.

Masyhur menyebut, untuk kegiatan pengecekan biasanya lumrah di kalangan mahasiswa pencinta alam (mapala) solow bile.

Karena bukan dari bawah ke atas, tapi sebaliknya, tujuannya hanya untuk ngecek, memastikan point yang dijadikan pijakan kaki atau pegangan jari kondisinya solid, tidak bergerak.

”Tapi dia tidak sendirian, ada satu orang perempuan. Kenapa tidak perlu banyak orang saat melakukan clean? Karena sifatnya hanya untuk memasang, bukan untuk panjat dari bawah,” tuturnya.

Kegiatan yang dilakukan Fahrizal saat kecelakaan untuk memastikan kondisi arena panjat tebing dalam kondisi safety.

Sebab, akan digunakan untuk acara pelatihan dan pengenalan panjat bagi anak-anak SD pada Kamis (8/5).

Sebagai tanggung jawab etis itulah, Fahrizal melakukan pengecekan untuk memastikan semua peralatan dalam kondisi aman. Sehingga, saat kegiatan berlangsung, tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Kabid Pelayanan Medik RSUD Smart Pamekasan Yosi Nugrahaini menyebut korban tiba di rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri pada Senin (5/5) pukul 09.05 WIB.

Luka ada di bagian kepala, tangan kiri, dan kaki kanan. Sementara penyebab kematian kemungkinan lantaran cedera kepala berat.

”Korban sempat kritis, dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 14.35 WIB,” ungkapnya. (lil/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#terjatuh #pengecekan #iain madura #pelatihan dan pengenalan #panjat tebing #meninggal #Mastapala #mapala