Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Memperingati Harlah NU Ke-102, Mengenang Para Pendiri di Madura, Teguh Bangun Kesadaran Beragama dan Sosial  

Ina Herdiyana • Selasa, 21 Januari 2025 | 12:55 WIB
SOLID: Jajaran pengurus PCNU Sampang dilantik sebagai pengurus periode 2024–2029 di Gedung PKPRI Sampang, Selasa (29/10/2024). (MUKRIM UNTUK JPRM)
SOLID: Jajaran pengurus PCNU Sampang dilantik sebagai pengurus periode 2024–2029 di Gedung PKPRI Sampang, Selasa (29/10/2024). (MUKRIM UNTUK JPRM)

 

SAMPANG, RadarMadura.id – Nahdlatul Ulama (NU) bukan sekadar organisasi kegamaan. Namun, menjadi perekat keberagaman di tanah air.

NU dikenal sebagai organisasi keagamaan yang mendunia. Pengikutnya terbesar di tanah air. Usianya lebih dari satu abad.

Di penghujung bulan ini, organisasi yang didirikan KH Hasyim Asy’ari tersebut akan memperingati hari lahir ke-102 tahun.

NU memiliki pengaruh besar bagi umat Islam di tanah air maupun dunia. Organisasi itu memiliki struktur dari berbagai tingkatan. Mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hinggga nasional.

Di Kabupaten Sampang, posisi ketua pengurus cabang (PC) NU diduduki KH. Moh. Itqon Bushiri.

Pengasuh Pondok Pesantren Assirojiyah itu terpilih untuk kedua kalinya dalam konferensi cabang (konfercab) X yang digelar 2024 lalu.

Eksistensi NU sebagai organisasi keagamaan di Kabupaten Sampang sudah ada sejak lama. Namun, belum ada literatur yang mencatat secara komprehensif sejarah pendirian PCNU di Kota Bahari.

Sedangkan dirinya bersedia menjabat sebagai ketua PC NU Sampang sebagai bentuk amanah konferensi.

”Awal berdirinya PCNU Sampang tidak langsung memiliki kantor tetap. Sehingga secara administrasi juga belum diketahui pasti waktu pendiriannya,” ujarnya.

Berdasar informasi yang diterima, sosok yang menyebarkan paham ahlussunnah waljamaah di Kabupaten Sampang adalah KH Syabrawi yang berasal dari Desa Prajjan, Kecamatan Camplong. Kemudian, KH Makki yang berasal dari wilayah Kota Sampang.

Itqon mengaku masih mengumpulkan dan menelusuri sejarah keberadaan NU di Kabupaten Sampang.

”Belum banyak terkonfirmasi untuk sejarah berdirinya NU di Kabupaten Sampang. Kami telusuri juga dan mohon doanya agar terselesaikan,” terangnya.

Dia menambahkan, NU berperan penting di tengah kehidupan masyarakat. Seperti dalam membangun kesadaran beragama dan sosial, mengembangkan pendidikan pesantren, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengawal, dan mengadvokasi hak-hak warga negara.

Semua ini akan terus dilakukan oleh NU sesuai dengan harapan dari para pendiri. ”NU akan konsisten membangun kesadaran beragama dan sosial serta mengawal hak-hak warga negara,” terangnya. (jun/jup)

 

Editor : Ina Herdiyana
#nu #sosial #kesadaran #harlah #beragama #nahdlatul ulama