Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Perangi Plagiat Musik di Bumi Madura, Inank Pelangi Memilih Ciptakan Lagu Sendiri

Achmad Andrian F • Sabtu, 14 September 2024 | 22:08 WIB
VIRAL: Inang Pelangi bersama Dewi Perssik saat menjadi bintang tamu di acara Pagi-Pagi Ambyar Trans TV di Jakarta. (INANK PELANGI UNTUK JPRM)
VIRAL: Inang Pelangi bersama Dewi Perssik saat menjadi bintang tamu di acara Pagi-Pagi Ambyar Trans TV di Jakarta. (INANK PELANGI UNTUK JPRM)

SAMPANGRadarMadura.id – Lagu Tang Ting Tung menyita perhatian publik pada Agustus lalu. Lagu itu merupakan ciptaan Moh. Zainal.

Pria yang populer dengan nama Inank Pelangi itu memilih menciptakan lagu sendiri karena ingin tepis plagiat musik di Madura.

Musik bagi sebagian orang menjadi pilihan untuk menyalurkan hobi. Sebab, melalui musik, hal-hal yang ada di sekitar dapat dijadikan sebagai lirik lagu yang dikemas sebagus mungkin untuk disukai banyak kalangan. Salah satunya dilakukan oleh Inank Pelangi.

Inank Pelangi menyukai dunia musik sejak 2003. Dia mulai menyukai dunia musik di kala masih semester satu Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.

Saat tertarik pada dunia musik di awal kuliah tersebut, dia bersama temannya membuat sebuah grup band dengan nama Pelangi.

Di grup band tersebut dia memegang bas. ”Sejak saat itu, saya sering membuat lagu secara otodidak,” jelasnya.

Nama grup band itulah yang hingga saat ini melekat pada namanya, Inak Pelangi, dari nama Zainal Pelangi.

Dalam membuat lagu, dia menyesuaikan dengan keadaan lingkungan sekitar. Baik ada orang sedih, orang punya masalah, dan curhat kepadanya bisa dijadikan lagu olehnya.

Bahkan, Inank pernah membuat lagu karena saat mengajar di SMKN 2 Sampang kepala sekolah ceramah pada Hari Kesaktian Pancasila.

”Karena penyampaiannya bagus, akhirnya saya buat lagu dengan judul Aku Cinta Pancasila,” terangnya.

Lagu ciptaannya dengan judul Aku Cinta Pancasila tersebut olehnya diikutkan lomba tingkat nasional pada 2018 yang dilaksanakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Lagu yang menjadi andalannya tersebut diikutkan kejuaraan Cipta Lagu Pancasila. ”Alhamdulillah ternyata juara dua,” ujarnya.

Lagu yang sudah diciptakan kisaran 350 judul. Paling diingat lagu yang diciptakan pertama berjudul Cinta Pertama.

Sebab, lagu tersebut menggambarkan pujaan hati yang sempat ada dalam hidupnya. ”Lagu terbaru yang viral itu Tang Ting Tung,” ujarnya.

Awalnya, lagu Tang Ting Tung dibuat pada saat dia mengikuti outbond antar guru-guru SMKN 2 Sampang di Kaliwatu, Malang.

Dalam outbond tersebut dilakukan permainan cara menghibur siswa dan yang salah diledekin dengan ucapan tang ting tung ting tang ting tung.

”Akhirnya, saya pamit pada instruktur outbond untuk menjadikan tang ting tung itu sebagai lagu dan dibolehkan. Akhirnya, saya buat lagu itu,” katanya.

Warga Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota Sampang, itu mengatakan, lagu Tang Ting Tung dibuat pada 2021.

GURU MUSIK: Inank Pelangi bersama Aulia Putri saat ditemui di Warung Aulia Putri di Jalan Trunojoyo, Sampang, Kamis (29/8). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
GURU MUSIK: Inank Pelangi bersama Aulia Putri saat ditemui di Warung Aulia Putri di Jalan Trunojoyo, Sampang, Kamis (29/8). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

Namun, tidak viral dan kurang disukai banyak orang. Sempat juga dinyanyikan artis, tapi juga tidak viral. Bahkan, lagu ciptaannya dianggap gagal.

Pada Juli 2024, lagu tersebut disuruh nyanyikan pada anak asuhnya atas nama Aulia Putri di Klub Musik Pelangi binaannya dan dilakukan rekaman. ”Akhirnya, tanpa disangka viral dan FYP (for you page) di Tiktok,” terangnya.

Alumnus SMPN 3 Sampang itu mengatakan, anak didiknya di Pelangi saat ini tinggal Aulia Putri. Namun, dia tidak pernah bosan untuk mendidik anak asuhnya tersebut.

”Karena sukses, viral, atau tidaknya itu bergantung rezeki. Intinya mesti tetap konsisten untuk terus belajar dan belajar,” ucapnya.

Lulusan SMAN 1 Sampang itu mengatakan, memilih konsisten menciptakan lagu sendiri merupakan komitmennya dari awal menyukai dunia musik. Tujuannya, memberantas plagiat musik di bumi Madura yang masih tinggi.

”Di antara ratusan musisi di Madura, saya pribadi tidak ingin memplagiat musik. Salah satunya mengubah musik India menjadi lagu Madura, itu sudah termasuk plagiat,” katanya.

Dia sempat ditawari salah seorang produser untuk membuat lagu dengan mengubah lagu orang lain ke lirik lagu bahasa Madura.

Dia juga diiming-imingi untuk mendapat bayaran. Namun, tawaran itu ditolak karena bertentangan dengan komitmen hatinya.

”Karena kalau mau mengubah lirik lagu orang, mesti izin dulu ke orangnya. Saya berusaha untuk memerangi plagiat musik karena buah karya orang itu mahal,” katanya.

Inang menerangkan, Madura masih terkenal dengan plagiat musik. Padahal, musisinya hebat-hebat. Lagu ciptaan yang dibuat juga bagus-bagus. Namun, yang masih menjadi penghambat yakni belum memiliki rasa percaya diri.

”Karena kalau buat lagu sendiri dengan aransemen sendiri sulit dikenal. Lebih baik buat sendiri, perihal viral, terkenal, atau tidak itu lebih baik karena hasil buah karya sendiri,” tandasnya. (bai/luq)

Editor : Achmad Andrian F
#lagu #sampang #musik #madura #pegiat musik #inak pelangi